Ekpektasi Kenaikan Bunga the Fed Melambat — Global Market Outlook, 1-5 August 2022 by Alfred Pakasi

426

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi global pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:

  • Pertumbuhan ekonomi AS mengalami kontraksi pada kuartal kedua, -0.9% yoy, memicu ekspektasi investor bahwa the Fed akan memperlambat tempo kenaikan suku bunganya.
  • Kontraksi GDP ini menambah koreksi US dollar ke level 3,5 minggu terendahnya, dan mendongkrak naik harga emas.
  • Untuk sepekan ke depan sejumlah data PMI Manufacturing ekonomi global dan NFP AS menjadi perhatian pasar.

Pasar saham dunia terpantau mixed dengan bias menguat, harga emas lanjutkan rebound, dan US dollar kembali dalam koreksi.

Minggu berikutnya, isyu prospek pemulihan ekonomi dunia global akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Global Market Review and Outlook 1-5 August 2022.

===

Pasar Forex

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar secara mingguan terkoreksi di minggu keduanya ke level 3,5 minggu terendahnya di tengah ekspektasi investor akan melambatnya kenaikan suku bunga the Fed setelah data kontraksi pertumbuhan ekonomi AS, di mana indeks dolar AS secara mingguan berakhir turun ke 105.83. Sementara itu, pekan lalu euro terhadap dollar terpantau naik ke 1.0226. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.0535 dan kemudian 1.0642, sementara support pada 0.9952 dan 0.9859.

Pound sterling minggu lalu terlihat menguat ke level 1.2170 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.2406 dan kemudian 1.2667, sedangkan support pada 1.1759 dan 1.1445. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir turun ke level 133.20 Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 137.95 dan 139.39, serta support pada 131.49 serta level 129.51. Sementara itu, Aussie dollar terpantau naik ke level 0.6987. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.6994 dan 0.7135, sementara support level di 0.6681 dan 0.6648.

Pasar Saham

Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum melemah terutama oleh terkoreksinya saham sektor teknologi. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau berakhir melemah ke level 27,802. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 28,390 dan 29,388, sementara support pada level 26,278 dan 25,520. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir melemah ke level 20,156. Minggu ini akan berada antara level resistance di 22,450 dan 22,524, sementara support di 20,215 dan 19,178.

Bursa saham Wall Street minggu lalu menguat di pekan keduanya oleh rilis earnings emiten teknologi yang yang positif serta estimasi akan mulai melambatnya kenaikan suku bunga. Dow Jones secara mingguan menguat ke level 32,845, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 33,272 dan 34,118, sementara support di level 30,982 dan 30,630. Index S&P 500 minggu lalu naik ke level 4,130.6, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 4,205 dan 4,310, sementara support pada level 3,721 dan 3,636.

Pasar Emas

Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau menguat di minggu keduanya, menjauhi posisi setahun terendahnya, oleh lanjut terkoreksinya dollar dan yields dari US Treasury serta harga yang menarik paska koreksi, sehingga harga emas spot secara mingguan menguat ke level $1,766.26 per troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistant di $1814 dan berikut $1857, serta support pada $1680 dan $1677.

 

Bagi Anda yang mungkin baru sempat kembali beraktivitas lagi dalam dinamika pasar investasi disarankan untuk pelajarilah dahulu situasi pasar secara hati-hati. Sikap “hati-hati” adalah kata kunci dalam berivestasi. Investasi itu bukan asal tebak, untung-untungan, atau sikap ‘semoga kali ini benar’. Investasi seutuhnya meliputi analisis, pengetahuan, pengalaman, pendalaman isyu, modal yang memadai, manajemen risiko, penguasaan psikologi, serta juga intuisi professional. Kombinasi ini semua membuat investor sukses berkarakteristik berhati-hati. Hati-hati tetapi berani mengambil keputusan sesuai dengan pertimbangan matangnya. Kalau perlu bantuan, gabung saja lagi dengan kami yang adalah partner sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting