Rekomendasi Emas Mingguan 1 – 5 Agustus 2022: Masih Bisa Jatuh ke $1,700?

694

(Vibiznews – Commodity) Minggu lalu emas mengalami rally sebagai respon terhadap dihitung ulangnya ekspektasi mengenai kenaikan tingkat bunga the Fed setelah pertemuan FOMC the Fed bulan Juli. Namun emas masih belum aman sepenuhnya. Harga emas masih bisa jatuh kembali ke $1,700.

Rally Harga Emas Minggu Lalu

Setelah dua minggu lalu berhasil naik dari $1,706 ke $1,727 per ons, harga emas pada minggu lalu, melanjutkan kenaikannya dengan pada akhir hari Jumat diperdagangkan di sekitar $1.762 per ons. Pada paruh pertama minggu lalu, sebelum pengumuman FOMC the Fed, harga emas sempat tertekan turun ke $1,713. Setelah pengumuman FOMC the Fed pada hari Kamis dinihari, harga emas berbalik naik ke $1,735 karena melemahnya Dollar AS. Harga emas kembali naik signifikan pada hari Jumat ke $1,762 dengan jatuhya GDP AS kuartal ke dua.

Harga emas turun pada awal pedagangan sesi AS hari Senin sekalipun dollar AS melemah di tengah masuknya arus resiko yang menghalau kekuatiran akan perlambatan ekonomi.

Emas berjangka kontrak bulan Agustus turun $12.00 ke $1,715.30 per troy ons.

Harga emas sempat turun lagi pada awal pedagangan sesi AS hari Selasa dengan menguatnya dollar AS di tengah pasar yang sedang dikuasai oleh kekuatiran akan perlambatan ekonomi.

Emas berjangka kontrak bulan Agustus sempat turun ke $1,713.00 sebelum akhirnya berhasil naik kembali sedikit ke $1,718.20 per troy ons karena data ekonomi AS yang keluar mengecewakan sehingga kekuatan dollar AS berkurang.

Pada hari Rabu, Departemen Perdagangan AS mengatakan bahwa order durable-goods AS meningkat 1.9% pada bulan lalu. Data yang keluar ini lebih baik daripada yang diperkirakan. Ekspektasi konsensus yang dikompilasikan oleh berbagai organisasi berita mengatakan durable goods akan terkontraksi sebesar 0.5%.

Pergerakan harga emas pada pertengahan minggu lalu relatif tenang sementara pasar sedang mencoba menentukan seberapa agresif bank sentral AS ini akan bisa bertindak setelah musim panas selesai. Setelah maju mundur, pada akhirnya dijamin kenaikan akan keluar sebanyak 75 bps. Menurut CME FedWatch Tool, pasar melihat 26% kemungkinan kenaikan tingkat bunga sampai 26%.

Namun, pasar sekarang sedang memandang melampaui pertemuan bulan Juli, dan kuatir akan setiap petunjuk mengenai tingkat bunga terutama dengan lanjut berkembangnya ketakutan akan resesi.

Pada awal perdagangan sesi AS hari Kamis pagi, harga emas melanjutkan kenaikannya ke $1,735.00 per troy ons, naik $17.70, setelah FOMC the Fed. Hasil pertemuan FOMC the Fed memutuskan untuk menaikkan tingkat bunganya sebesar 75 bps sebagaimana dengan yang telah diantisipasikan secara luas sebelumnya. Komentar ketua FOMC the Fed yang berhati-hati mengenai kenaikan tingkat bunga berikutnya memicu aksi jual beli terhadap dollar AS selama jam perdagangan sesi AS yang membawa indeks dollar AS turun ke bawah 106.50. Federal Reserve AS memperkirakan akan meneruskan pengetatan kebijakan moneternya pada tahun ini, namun mengakui adanya perlambatan ekonomi AS.

Harga emas naik signifikan pada jam perdagangan sesi AS selanjutnya hari Kamis malam karena jatuhnya GDP AS kuartal ke dua, sekalipun dollar AS sempat berbalik menguat sebentar.

Emas berjangka kontrak bulan Agustus naik $16.50 ke $1,751.30 per troy ons.

Departemen Perdagangan AS pada hari Kamis mengatakan bahwa GDP AS jatuh 0.9% pada kuartal ke dua, meleset dari perkiraan pasar yang mengatakan kenaikan sebesar 0.4%.

Pada hari Jumat, pasar emas mendapatkan keuntungan yang solid dengan tekanan inflasi di Amerika Serikat terus naik lebih daripada yang diperkirakan. Angka inflasi dari core PCE AS yang dipublikasikan pada hari Jumat, naik lebih daripada yang diperkirakan dan lebih tinggi dari tahun lalu dalam basis tahunan.

Emas berjangka kontrak bulan Agustus naik $11.30 ke $1,762.30 per troy ons.

Hasil FOMC the Fed Bulan Juli 2022

Setelah menaikkan tingkat bunga sebesar 75 basis poin pada hari Kamis pagi WIB, ketua the Fed mengatakan bahwa kenaikan tingkat bunga berikutnya yang super besar bisa terjadi pada bulan September. Meskipun semua tergantung kepada data makro ekonomi yang terbaru. Dan sebelum pertemuan yang menentukan pada bulan September, akan ada dua data penting yang akan dimonitor ketat dan dipelajari oleh para investor yaitu angka data inflasi dan angka employment.

Powell memberikan signal bahwa setelah kenaikan tingkat bunga sebanyak 150 bps dalam jangka waktu hanya 40 hari, the Fed sekarang berada pada posisi netral, yang berarti the Fed bisa tiba-tiba mulai memperlambat kecepatan sepedanya.

Menurut Powell, dengan sekarang the Fed telah berada pada posisi netral, sementara proses terus berlangsung, sudah pantas untuk diperlambat, sekalipun belum ada keputusan mengenai hal ini.

Antara sekarang sampai kepada pertemuan FOMC kembali pada tanggal 21 September, akan ada dua laporan pekerjaan – Non Farm Payrolls, dan dua publikasi angka inflasi serta symposium tahunan Jackson Hole. Karenanya tidak mengejutkan kalau the Fed memilih untuk membuat tidak jelas mengenai petunjuk ke depan setelah menaikkan tingkat bunga sebesar 75 bps pada hari Rabu minggu lalu.

Sebagai reaksinya, pasar segera melakukan penghitungan ulang ekspektasi mengenai kenaikan tingkat bunga the Fed setelah pertemuan FOMC the Fed bulan Juli yang bisa membuat perubahan terhadap outlook harga emas.

Inflasi & GDP AS

Dari sudut data makro ekonomi, tanda – tanda masih menunjukkan angka inflasi yang problematik dann perlambatan ekonomi.

Departemen Perdagangan AS pada hari Jumat mengatakan bahwa secara basis bulanan, indeks core Personal Consumption Expenditures (PCE) bertambah menjadi 0.6% pada bulan lalu. Data inflasi ini lebih tinggi daripada yang diperkirakan pasar kenaikan sebesar 0.5%. Secara basis tahunan core PCE meningkat 4.8% dari angka bulan sebelumnya di 4.7%.

AS mempublikasikan data makro ekonominya, GDP kuartal kedua yang meleset dari yang diperkirakan pasar. Departemen Perdagangan AS pada hari Kamis mengatakan bahwa GDP AS jatuh 0.9% pada kuartal ke dua, lebih buruk dari perkiraan pasar yang mengatakan kenaikan sebesar 0.4%. Sementara itu, penurunan dalam aktifitas ekonomi AS di kuartal ke dua ini muncul setelah GDP AS kuartal pertama juga terkontraksi sebesar 1.6%.

Terkontraksinya GDP AS dalam dua kuartal berturut-turut telah memenuhi definisi tehnikal bahwa ekonomi AS sudah masuk ke resesi tehnikal.

Selain itu juga dipublikasikan Initial Jobless Claims muncul sebanyak 256.000 pada minggu yang berakhir tanggal 22 Juli, lebih buruk daripada yang diantisipasikan oleh pasar sebanyak 253.000.

Federal Reserve AS telah menjelaskan bahwa mereka siap untuk mengorbankan pertumbuhan demi menurunkan inflasi agar sesuai dengan yang ditargetkan. Tetapi sekarang AS sudah masuk ke dalam resesi tehnikal dan kelihatannya akan mengarah menjadi resesi riil dengan naiknya angka pengangguran seperti yang sudah mulai terlihat pada data Initial Jobless Claim terbaru dan jatuhnya belanja konsumen. Pasar melakukan penghitungan ulang dalam hal ekspektasi kenaikan tingkat bunga the Fed berikutnya dan memperkirakan the Fed hanya akan menaikkan tingkat bunganya sebesar 50 bps pada bulan Nopember dan Desember.

Non – Farm Payrolls AS

Pada minggu ini, semua mata akan tertuju kepada data employment AS – NonFarm Payrolls bulan Juli yang diperkirakan akan melambat. Setelah pertambahan pekerjaan sebanyak 372.000 pada bulan Juni, para ekonom memperkirakan ekonomi AS pada bulan Juli hanya menambahkan 250.000 pekerjaan baru.

Apabila tingkat pengangguran tetap berada pada level yang sama di 3.6% sementara upah masih bertumbuh di sekitar 5% per tahun dan inflasi tetap berada di bawah 10%, kemungkinan the Fed masih akan meneruskan menaikkan tingkat suku bunganya. Namun data dari ISM, yang akan mengeluarkan angka dari sektor manufaktur dan jasa AS pada minggu ini, kemungkinan akan mengkonfirmasi bahwa ekonomi AS sedang melambat dan karenanya the Fed kemungkinan akan mengendorkan kebijakan pengetatannya.

Apa Artinya Semua Ini Bagi Emas

Setelah pengumuman FOMC the Fed hari Rabu minggu lalu, harga emas bergerak naik bukan karena lebih banyak pembeli emas yang baru, melainkan memicu aksi “short-covering” yang signifikan. Ketua the Fed Powell telah membuat terjadinya rally “short-covering” dengan mengatakan masih akan mencoba menaikkan tingkat bunga yang tinggi sebesar 75 bps lagi.

Untuk benar – benar harga emas bergerak dalam tren naik yang permanen, harga emas harus mencapai di atas $1,785 per ons. Sementara harga emas pada penutupan perdagangan hari Jumat minggu lalu hanya berhasil mencapai $1,762 per ons. Apabila berbalik turun maka harga emas bisa kembali turun ke bawah $1700 sampai ke $1,660 per ons.

Meskipun demikian, dengan ekonomi AS sedang menuju resesi dan sepanjang Wall Street percaya the Fed akan memperlambat kecepatan pengetatan moneternya, emas masih akan bisa mendapatkan arus safe – haven lagi. Dengan terjadinya perlambatan, maka outlook harga emas berubah. Emas masih bisa naik dan menghadapi resistance yang kuat di sekitar $1,800 per ons.

Support & Resistance

“Support” terdekat menunggu di $1,746 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,722 dan kemudian $1,700

“Resistance” terdekat menunggu di $1,774 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,785 dan kemudian $1,800.

Ricky Ferlianto/VBN/Head Research Vibiz Consulting

Editor: Asido