Rekomendasi EUR/USD Mingguan 8 – 12 Agustus 2022: Bersiap Hadapi Inflasi & Pengetatan Lebih Agresif.

898

(Vibiznews – Commodity) Solidnya penciptaan pekerjaan di AS pada bulan Juli untuk sementara mengusir ketakutan akan resesi di AS sementara data-data ekonomi di zona euro memberikan signal spiral kontraksi baru saja dimulai pada Uni Eropa. Euro secara jangka panjang bearish dengan pergerakan harga berada pada rentang 1.0105 sampai ke pariti. Minggu ini para investor dan trader euro akan memperhatikan data ekonomi yang kritikal yaitu data inflasi AS dan produksi industri Eropa.

Apa yang Terjadi pada Minggu Lalu?

Memulai minggu perdagangan yang baru pada minggu lalu di 1.0226, EUR/USD mengakhiri minggu lalu turun ke 1.0190 karena menguatnya USD secara signifikan setelah keluarnya laporan NFP AS bulan Juli yang secara mengejutkan naik dua kali lipat dari yang diperkirakan dengan penambahan sebanyak 528.000 pekerjaan. Pada awalnya pada hari Senin EUR/USD sempat naik ke 1.0272 dengan USD melanjutkan pelemahannya memulai minggu perdagangan yang baru. Namun pada pertengahan minggu hari Rabu EUR/USD sempat jatuh ke 1.0156 berbalik naiknya USD, sekalipun pada hari Kamis berhasil bangkit ke 1.0218 dengan berbalik turunnya USD.

Pergerakan Harian Minggu Lalu

Hari Senin, EUR/USD sempat kehilangan momentum bullish-nya dan turun ke bawah 1.0250 menuju jam perdagangan sesi AS. Namun pada jam perdagangan sesi AS, menjelang keluarnya laporan PMI manufaktur AS bulan Juli dari ISM, pasangan matauang ini berhasil masuk ke teritori positip dan diperdagangkan di sekitar 1.0272, karena indeks dollar AS memperpanjang penurunannya ke arah 105.50.

Dollar AS memulai minggu perdagangan di minggu dan bulan yang baru dengan berada pada posisi di bawah sehingga membantu EUR/USD naik dan sempat mencapai 1.0269. Beberapa berita baik menopang sentimen pasar yang positip. Ukraina telah sanggup mengirim gandum untuk pertama kalinya setelah berminggu – minggu melalu Pelabuhan Odessa.

Data dari Eropa gagal untuk memberikan kesan yang baik sehingga menahan kenaikan dari EUR/USD. Retail Sales Jerman turun sebesar 1.6% MoM pada bulan Juni. Sementara S&P Global menurunkan angka revisi PMI manufaktur bulan Juli dari beberapa negara di Eropa. Meskipun angka Jerman direvisi naik ke 49.3, sementara indeks Uni Eropa yang final dikonfirmasi berada pada 49.8.

Hari Selasa, EUR/USD kehilangan daya tariknya dan turun ke sekitar 1.0200. Meningkatnya ketegangan geopolitik antara AS dengan Cina menyebabkan para investor menjauh dari assets yang sensitif terhadap resiko, sementara dollar AS terus mengumpulkan kekuatannya sehingga membebani pasangan matauang EUR/USD.

EUR/USD berbalik arah setelah mengalami rally pada hari Senin dan turun ke arah 1.0200 selama jam perdagangan sesi Eropa hari Selasa. Pasar berbalik enggan terhadap resiko dan arus safe – haven mulai mendominasi karena laporan yang mengatakan bahwa Jubir House of Representative AS Nancy Pelosi berencana untuk mengunjungi Taiwan.

Sementara Jubir Menlu Cina Zhao Lijian mengatakan bahwa akan ada konsekwensi yang serius apabila Pelosi tetap mendesak untuk mengunjungi Taiwan. Outlet berita Cina juga melaporkan bahwa Taiwan akan menghadapi konsekwensi yang berat dan Amerika Serikat akan membayar harganya karena merendahkan Cina.

Dampak negatip dari perkembangan geopolitik yang terefleksi dalam sentimen pasar adalah turunnya indeks saham berjangka AS antara 0.4% a – 0.7%.

Hari Rabu, EUR/USD terus diperdagangkan dalam rentang yang sempit di bawah 1.0200 di sekitar 1.0180 pada hari Rabu dalam jam perdagangan sesi Eropa. Data dari area Euro menunjukkan bahwa Retail Sales pada bulan Juni turun 1.2% secara basis bulanan sehingga membuat mata uang bersama Eropa ini kesulitan untuk mendapatkan permintaan.

Memasuki jam perdagangan sesi AS, EUR/USD mendapatkan tekanan bearish yang baru dan meneruskan penurunan ke sekitar 1.0156 setelah keluarnya data ekonomi dari AS yang menunjukkan bahwa aktifitas bisnis pada sektor jasa terus berkembang dengan cepat di bulan Juli sehingga memberikan dorongan bagi naiknya dollar AS.

Pasangan matauang EUR/USD berhasil naik setelah sempat turun ke dasar di 1.0149 pada permulaan hari perdagangan, namun selanjutnya berhasil naik ke arah 1.0200 namun gagal mencapai di atas 1.0200 dan terus diperdagangkan di bawah 1.0200 sampai pada jam perdagangan sesi AS.

Ketua DPR AS Nancy Pelosi akhirnya meninggalkan Taiwan pada hari Rabu pagi, menyelesaikan perjalanannya ke Asia, namun ketegangan antara AS dengan Cina tetap berlanjut. Cina berencana untuk melakukan latihan militer di sekitar Taiwan selama tiga hari ke depan dan bisa mengambil langkah – langkah selanjutnya yang bisa merusak hubungan antara Beijing dengan Washington lebih jauh.

Pasar saham mengabaikan pesimisme di Wall Street dengan indeks saham Eropa membukukan keuntungan yang menunjang saham berjangka AS, dibantu oleh komentar yang hawkish dari beberapa pejabat Federal Reserve AS yang berbeda, yang memberikan petunjuk akan tetap berlanjutnya kecepatan pengetatan yang agresif.

Hari Kamis, EUR/USD bergerak dalam rentang harga yang sempit di bawah 1.0200 di sekitar 1.0195 pada jam perdagangan sesi Eropa. Turun tajamnya yields obligasi treasury AS dan mengecewakannya data Jobless Claims yang keluar membuat dollar AS berbalik melemah pada jam perdagangan sesi AS.

Melemahnya permintaan terhadap dollar AS membantu menopang EUR/USD sehingga dapat diperdagangkan menembus 1.0200 ke sekitar 1.0218 pada awal jam perdagangan sesi AS.

Hasil pertemuan kebijakan moneter Bank of England (BoE) membawa volatilitas di pasar keuangan. BoE menaikkan tingkat bunga utamanya menjadi 1.75% sebagaimana dengan yang telah diperkirakan pasar secara luas. Namun, Gubernur BoE Andrew Bailey mengatakan bahwa BoE memperkirakan resesi akan datang ke Inggris pada kuartal terakhir dari tahun ini, yang kemungkinan akan berlangsung sampai selama 2023.

Pernyataan dari Bailey ini cukup menggerakkan permintaan untuk keamanan. Dolar AS yang safe – haven menguat sementara emas naik membumbung tinggi. Emas menjadi “best-performer” sementara matauang bersama Eropa menjadi salah satu yang paling lemah dan diperdagangkan di sekitar 1.0180 pada jam perdagangan sesi Eropa.

Penguatan dollar AS terhenti dan berbalik melemah dengan turun tajamnya yields obligasi treasury AS dan mengecewakannya data Jobless Claims yang keluar.

Initial Jobless Claims AS untuk minggu yang berakhir pada tanggal 29 Juli meningkat menjadi 260.000, lebih buruk daripada yang diantisipasikan 254.000.

Hari Jumat, EUR/USD mendapatkan tekanan bearish yang berat dan jatuh ke sekitar 1.0175 setelah keluarnya angka laporan NFP AS yang naik dua kali lipat dari yang diperkirakan.

Setelah penurunan yang tajam dari yields obligasi AS sehingga menekan turun dollar AS dan membuat EUR/USD mengalami keuntungan harian yang kuat pada hari Kamis, memulai hari Jumat EUR/USD bergerak sideways di atas 1.0200 sebelum keluarnya laporan Non-Farm Payrolls AS bulan Juli.

EUR/USD turun tajam ke bawah 1.0200 setelah keluarnya laporan employment – NonFarm Payrolls AS bulan Juli.

Laporan Non-Farm Payrolls (NFP) AS untuk bulan Juli menunjukkan kenaikan yang sangat kuat dengan pertambahan sebesar 528.000 pekerjaan dibandingkan dengan yang diperkirakan pertambahan sebesar 260.000 pekerjaan. Sementara laporan NFP bulan Juni hanya menunjukkan kenaikan pekerjaan Non-Farm sebanyak 372.000.

Tingkat pengangguran di bulan Juli turun menjadi 3.5% dari sebelumnya di bulan Juni 3.6%. Para analis pasar mengatakan bahwa setelah keluarnya angka pekerjaan AS yang kuat pada hari ini, berbaliknya the Fed menjadi dovish tidak akan terjadi.

Inflasi AS & Produksi Industri Eropa

Minggu ini investor Euro khususnya akan fokus pada dua data makro ekonomi penting bagi pergerakan EUR/USD yaitu Consumer Price Index (CPI) AS yang kritikal pada hari Rabu dan Industrial Production Eropa pada hari Jumat. Selain itu, ketegangan geopolitik antara AS dengan Cina mengenai Taiwan, ketakutan akan resesi global dan ekspektasi pengetatan moneter oleh the Fed akan terus memimpin sentimen pasar pada minggu ini.

Pada hari Senin tidak ada data ekonomi baik dari AS maupun dari Eropa. Pada hari Selasa akan keluar laporan minor dari AS yaitu Preliminary Unit Labor Costs and Prelim Nonfarm Productivity.

Data inflasi bulanan AS akan dilaporkan pada hari Rabu yang akan berdampak kuat terhadap pasar, dengan tingkat inflasi yang ada sekarang berada pada level tertinggi sejak bulan November 1981 di 9.1% secara basis tahunan. Angka inflasi CPI yang lebih tinggi akan memaksa kenaikan tingkat bunga yang super besar oleh the Fed pada pertemuan mereka berikutnya yang akan mengangkat naik dollar AS dan menekan turun Euro.

Dari Eropa pada hari Rabu akan dipublikasikan Consumer Price Index (CPI)  Jerman bulan Juli M/M yang diperkirakan akan keluar di 0.9% tidak berubah dibandingkan dengan sebelumnya.

Minggu ini semuanya adalah mengenai inflasi. Tekanan kenaikan harga bisa jadi tetap kuat dan tinggi. Hal ini berarti yields treasury AS akan bisa naik lebih tinggi dan dollar AS akan mengalami minggu yang baik pada minggu ini. Pasar akan bisa cemas disini dengan aksi jual obligasi AS bisa meningkat.

Jika inflasi muncul lebih tinggi daripada yang diperkirakan, pasar akan mengantisipasikan kenaikan tingkat bunga the Fed pada bulan September sebesar 75 bps dan bahkan mulai memperhitungkan dalam harga kenaikan tingkat bunga sampai 100 bps.

Pada titik ini, setiap berita makro yang positip adalah kabar buruk bagi pasar karena ekspektasi di sekitar apa yang akan dilakukan oleh the Fed sebagai responnya.

Semakin kuat ekonomi kelihatannya, semakin leluasa bagi the Fed untuk menjadi lebih agresif dalam menaikkan tingkat bunganya. Sebagai contoh, kalau saja laporan pekerjaan AS hari Jumat kemarin tidak sekuat seperti yang dilaporkan, maka the Fed akan lebih cenderung untuk berpindah dan memperlambat kenaikan tingkat bunganya dan bahkan berhenti sejenak. Setiap ada kabar ekonomi yang bagus, ini akan menggerakkan dollar AS naik seperti pada hari Jumat minggu lalu.

Pada hari Kamis dari AS akan dipublikasikan Jobless Claims mingguan dan data Producer Price Index (PPI) yang kritikal untuk membentuk ekspektasi dari the Fed.

Pada hari Jumat, perhatian investor Euro akan beralih ke Eropa dimana akan dipublikasikan Industrial Production Eropa bulan Juni M/M yang diperkirakan akan turun dari sebelumnya di 0.8% sekarang menjadi – 0.1%.

Dari AS, pada hari Jumat akan dipublikasikan data Preliminary UoM Consumer Sentiment and Inflation Expectations yang akan mengakhiri minggu yang krusial pada perdagangan Euro minggu ini.

Support & Resistance

“Support” terdekat menunggu di 1.0154  yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.0130 dan kemudian 1.0100. “Resistance” terdekat menunggu di 1.0189 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.0230 dan kemudian 1.0260.

Ricky Ferlianto/VBN/Head Research Vibiz Consulting

Editor: Asido.