Rekomendasi Minyak 11 Agustus 2022: Berhasil Naik Setelah Keluarnya Data Inflasi AS

221

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) di bursa Nymex pada awal perdagangan hari Rabu tidak banyak berubah di sekitar $89.00 per barel dan tetap berada dalam tekanan turun.

Dalam jam perdagangan selanjutnya pada awal perdagangan sesi AS sebelum keluarnya data inflasi AS, harga minyak mentah WTI turun ke sekitar $88.70, turun lebih dari 0.35% dalam perdagangan intraday, dengan ketakutan akan terjadinya resesi mengatasi keprihatinan akan persoalan supply.

Namun harga minyak mentah WTI berbalik naik kembali ke sekitar $90.26 setelah keluarnya data inflasi AS bulan Juli yang memicu aksi jual dollar AS.

Data inflasi Consumer Price Index (CPI) AS bulan Juli muncul tidak berubah dari angka di bulan Juni, dan secara basis tahunan naik 8.5%. Pasar memperkirakan angka CPI naik sebesar 8.7% Y/Y setelah kenaikan sebesar 9.1% pada laporan bulan Juni.

Turunnya angka Core CPI yang tanpa terduga telah memicu aksi jual dollar AS dan membuka pintu pemulihan yang pasti bagi harga – harga komoditi termasuk harga minyak.

Sementara itu pembicaraan mengenai perlambatan ekonomi di zona Euro meningkat setelah Rusia menghentikan supply minyak mentahnya ke zoan Euro. Rusia menangguhkan ekspor minyak mentah yang melalui pipa Druzhba dari sejak awal bulan Agustus karena persoalan biaya transit.

Dengan demikian, para investor minyak mentah mengabaikan optimisme yang dibawa oleh para perusahaan pipa dan penyuling minyak AS yang memperkirakan konsumsi energi akan menjadi kuat pada paruh kedua tahun 2022. Para analis dan pemerhati industri minyak mentah mengkuatirkan bahwa permintaan terhadap minyak mentah akan bisa jatuh jika ekonomi global memasuki resesi atau harga minyak mentah yang tinggi membuat para pelancong tidak bersemangat.

Sebelum keluarnya data inflasi AS, indeks dollar AS bergerak di sekitar 106.30 setelah berhasil naik dari kerendahan di 105.95 pada hari sebelumnya karena berhasil memanfaatkan arus safe – haven dan karena menguatnya yields treasury AS. Namun setelah keluarnya data inflasi AS indeks dollar AS kembali tertekan turun tajam ke 104.858.

Support & Resistance

Support” terdekat menunggu di $90.00 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $89.52 dan kemudian $88.28. “Resistance” yang terdekat menunggu di $90.98 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $91.84 dan kemudian $92.55.

Ricky Ferlianto/VBN/Head Research Vibiz Consulting

Editor: Asido.