Keuntungan Awal Wall Street Dipangkas Komentar Pejabat Fed

156

(Vibiznews – Index) – Perdagangan bursa Wall Street ditutup mixed pada Jumat dinihari (12/8), dengan keuntungan 2 indeksnya terpangkas oleh komentar pejabat The Fed.

Penguatan awal sesi terjadi merespon laporan tak terduga data indeks harga produsen AS bulan Juli yang kontraksi.

Indeks Nasdaq turun  0,6 persen menjadi 12.779,92, setelah sempat melonjak 1,3 persen.

Indeks S&P 500  turun tipis  0,1 persen menjadi 4.207,27 setelah sempat mencapai titik tertinggi 3 bulan

Hanya Dow Jones yang ditutup menguat dengan  naik tipis  0,1 persen menjadi 33.336,67.

Data harga produsen turun 0,5% pada Juli setelah melonjak 1,0 persen pada Juni, merupakan penurunan pertama harga produsen sejak April 2020.

Menyusul laporan data inflasi konsumen lebih rendah dari perkiraan menambah optimisme bahwa the Fed akan memperlambat laju kenaikan suku bunganya.

Sentimen diatas mengangkat semua indeks utama ke puncak tinggi sebelum kemudian terpangkas oleh komentar Presiden Fed Chicago Charles Evans.

Pejabat tersebut menyampaikan inflasi tetap  sangat tinggi, yang menghiraukan kedua data inflasi AS tersebut.

Namun Dow Jones masih kuat ditopang lonjakan saham Disney setelah laporkan pendapatan kuartal terakhir lebih tinggi dari perkiraan.

Secara sektoral, pelemahan dipimpin oleh saham bioteknologi  hingga menyeret NYSE Arca Biotechnology Index turun 1,5 persen.

Selanjutnya  saham emas dengan penurunan 1,4 persen oleh NYSE Arca Gold Bugs Index yang merespon  turunnya harga emas cukup signifikan.

Saham farmasi juga tertekan  dengan NYSE Arca Pharmaceutical Index turun 1,4 persen.

Pergerakan sebaliknya pada saham energi dengan Philadelphia Oil Service Index melonjak 3,9%, NYSE Arca Oil Index melonjak 3,2% dan NYSE Arca Natural Gas Index melonjak 3%.

Saham perbankan juga terus menguat hingga mendorong KBW Bank Index melonjak 1,6 persen ke penutupan tertinggi dua bulan.