Rekomendasi Emas Mingguan 15 – 19 Agustus 2022: Apakah Akan Ada Rally Musim Panas?

684

(Vibiznews – Commodity) Emas tidak berhasil naik menembus $1,820. Emas hanya berhasil naik menembus $1,800 di $1,818 per troy ons, kenaikan sebesar 1.5% dan merupakan keuntungan mingguan ke empat berturut – turut. Dengan demikian menjadi pertanyaan apakah emas akan bisa mengalami rally musim panas dan bahkan sebaliknya apakah emas malah bisa turun ke $1,700 an per ons.

Data Inflasi Membuat Emas Menembus $1,800

Memulai minggu perdagangan yang baru pada hari Senin minggu lalu di $1,778, harga emas mengakhiri minggu lalu pada hari Jumat di $1,818. Harga emas sepanjang minggu lalu relatip stabil di ketinggian di atas $1,787 per ons. Pada hari Rabu pada awalnya begitu keluar laporan inflasi AS, harga emas langsung naik menembus $1,800 menyentuh ketinggian selama empat minggu di $1,808 per ons, sebelum akhirnya terkoreksi turun kembali ke bawah $1,800 di sekitar $1,797.

Federal Reserve AS telah menaikkan tingkat suku bunganya selama empat kali pertemuan FOMC berturut-turut. Sementara data inflasi yang terbaru menunjukkan adanya penurunan di dalam angka inflasi yang diukur dengan data makro ekonomi Consumer Price Index (CPI) AS. Angka CPI AS bulan Juli turun ke 8.5% dari sebelumnya di 9.1% pada bulan Juni.

Dengan memperhatikan hawkish-nya Federal Reserve AS dan turunnya angka inflasi serta kenyataan bahwa emas berjangka berhasil naik lebih dari 7% dalam waktu empat minggu, hal ini menjelaskan bahwa partisipan pasar terus lebih fokus kepada persoalan inflasi daripada naiknya tingkat suku bunga.

Pergerakan Harian Minggu Lalu

Harga emas naik pada awal perdagangan sesi AS hari Senin, dengan para trader memandang kepada aspek bullish harian dari melemahnya dollar AS dan jatuhnya yields obligasi AS memulai minggu perdagangan yang baru.

Emas berjangka kontrak bulan Oktober naik $9.00 ke $1,787.40 per troy ons.

Harga emas naik pada awal perdagangan sesi AS hari Selasa di tengah perdagangan musim panas yang sepi dengan para trader sedang menunggu data kunci inflasi AS pada pertengahan minggu ini. Melemahnya dollar AS menjadi salah satu penyebab naiknya harga emas.

Emas berjangka kontrak bulan Oktober naik $10.10 ke $1,797.30 per troy ons

Harga emas stabil pada perdagangan sesi AS hari Rabu setelah keluarnya laporan inflasi AS yang tidak sepanas seperti yang diperkirakan pasar. Pada awalnya begitu keluar laporan inflasi AS, harga emas langsung naik menembus $1,800 menyentuh ketinggian selama empat minggu di $1,808.00 per ons, sebelum akhirnya terkoreksi turun kembali ke bawah $1,800.

Emas berjangka kontrak bulan Oktober tidak berubah di $1,797.10 per troy ons.

Data inflasi Consumer Price Index (CPI) AS bulan Juli muncul tidak berubah dari angka di bulan Juni, dan secara basis tahunan naik 8.5%. Pasar memperkirakan angka CPI naik sebesar 8.7% Y/Y setelah kenaikan sebesar 9.1% pada laporan bulan Juni.

Harga emas semula mengalami rally ke ketinggian selama empat minggu segera setelah keluarnya data inflasi AS, dengan indeks dollar AS jatuh tajam dan yields treasury AS mengalami penurunan. Namun pada jam perdagangan selanjutnya yields treasury AS berbalik naik kembali.

Harga emas turun pada awal perdagangan sesi AS hari Kamis setelah keluarnya laporan inflasi AS yang lain yaitu Producer Price Index bulan Juli yang tidak sepanas seperti yang diperkirakan pasar. Hal ini telah mengangkat naik minat terhadap resiko dari para trader dan investor pada paruh kedua dari minggu ini dan ini adalah faktor yang negatip untuk emas.

Emas berjangka kontrak bulan Oktober turun $9.70 ke $1,788.70 per troy ons.

Harga emas naik pada awal perdagangan sesi AS hari Jumat, dibantu oleh turunnya yields treasury AS, meskipun dollar AS menguat mengatasi rival – rivalnya.

Emas berjangka kontrak bulan Oktober naik $20.40 ke $1,818.40 per troy ons.

Angka Inflasi Amerika Serikat

Banyak analis memperkirakan emas akan mengalami rally yang signifikan setelah menurunnya inflasi. Angka inflasi AS bulan Juli muncul pada minggu lalu di bawah dari yang diperkirakan pasar. Angka inflasi tahunan berada di 8.5% sementara pasar memperkirakan angka inflasi AS akan muncul di 8.7%.

Dibandingkan dengan angka inflasi dibulan Juni di 9.1%, angka inflasi AS di bulan Juli juga mengalami penurunan. Namun emas tidak berhasil mengkapitalisasi keuntungan yang tiba-tiba yang datang dari melemahnya data inflasi.

Data Consumer Price Index (CPI) AS bulan Juli muncul lebih rendah daripada yang disangka oleh banyak orang. Dan turunnya angka CPI ini terutama digerakkan oleh jatuhnya harga energi belakangan ini. Dengan demikian beralasan apabila para pejabat yang berbicara dari Federal Reserve AS menolak untuk bergeser dari ke agresifan the Fed dalam menaikkan tingkat suku bunganya.

Masih ada banyak isu yang signifikan di sekitar inflasi. Kemungkinan besar inflasi masih akan tetap di atas daripada yang diinginkan oleh Federal Reserve AS. Salah satu persoalan adalah turunnya inflasi yang diukur dari angka CPI AS bulan Juli terutama disebabkan karena jatuhnya harga minyak mentah belakangan ini.

Harga minyak mentah masih bisa berada di posisi di bawah seperti sekarang ini atau bahkan turun lebih rendah lagi dalma jangka pendek, namun tekanan inflasi akan bisa kembali datang begitu cuaca yang lebih dingin mulai datang.

Setelah lewat bulan Agustus, energi akan berhenti menjadi sumber yang membuat turun tekanan inflasi. Dengan datangnya musim dingin, permintaan akan energi akan meningkat. Turunnya harga energi yang membuat turun tekanan inflasi akan mulai mereda.

Jadi sepertinya the Fed tidak mungkin mengambil kebijakan moneter yang akan mengurangi penurunan tingkat bunga seperti yang diperkirakan oleh banyak orang.

Artinya Bagi Emas

Bagi emas, hal ini berarti masih ada resiko yang signifikan harga emas bisa kembali turun ke $1,700 an per ons. Berdasarkan komentar – komentar dari para pejabat Federal Reserve AS, bank sentral AS ini memandang inflasi adalah suatu problem dan melambatnya ekonomi AS tidak akan membuat mereka takut untuk terus mengambil langkah menaikkan tingkat suku bunga the Fed dalam rangka memerangi inflasi.

Selain itu, ada rally “risk-on” yang sedang berlangsung di dalam perdagangan saham AS dimana telah menyedot banyak uang keluar dari pasar emas, masuk ke pasar saham.  Dan mereka yang telah mendapatkan keuntungan dari investasi di emas pada rally emas belakangan ini mungkin mencari peluang untuk memutar keuntungan ini ke investasi di assets yang lain yang berpotensi naik secara signifikan seperti di saham – saham yang memiliki momentum naik.

Perspektif Tehnikal

Investor dan trader emas perlu berhati – hati pada minggu ini setelah emas tidak berhasil menembus $1,820 per ons. Pada minggu lalu, dollar AS mengalami tekanan jual hampir di seluruh hari dalam satu minggu dan yields obligasi pemerintah AS juga turun, namun emas tidak bisa naik sampai menembus $1,820 per ons yang merupakan nilai wajar dari harga emas di tengah turunnya dollar AS dan yields treasury AS.

Fakta bahwa emas tidak bisa naik dan memperoleh kembali momentum bullish-nya membuat para trader dan investor emas perlu berhati-hati. Emas perlu naik mendekati $1,825 per ons untuk bisa menyalakan kembali momentum bullish-nya yang baru. Kalau tidak, grafik harga emas dari perspektif tehnikal, akan kelihatan sulit untuk naik lebih jauh.

Support & Resistance

“Support” terdekat menunggu di $1,783 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,772 dan kemudian $1,769.

“Resistance” terdekat menunggu di $1,825 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,850 dan kemudian $1,875.

 

Ricky Ferlianto/VBN/Head Research Vibiz Consulting

 

Editor: Asido