Rekomendasi EUR/USD Mingguan 15 – 19 Agustus 2022: Apakah Akan Kembali Turun ke Pariti?

825

(Vibiznews – Forex) Pasangan matauang EUR/USD pada minggu lalu naik tinggi ke 1.0368, level tertinggi dalam periode lebih dari satu bulan. Namun kemudian EUR/USD terkoreksi turun dan mengakhiri minggu lalu di sekitar 1.0260. Pasar keuangan menikmati semacam optimisme yang temporer, meskipun isu dan problem yang mendasari tetap sama.

Apa yang Terjadi pada Minggu Lalu?

Assets dengan penghasilan yang tinggi mengalami rally pada minggu lalu dilatar belakangi oleh munculnya angka – angka inflasi AS yang terbaru. Menurut angka resmi, Consumer Price Index pada bulan Juli naik lebih rendah daripada yang diperkirakan pasar, naik 8.5% YoY dibandingkan dengan yang diperkirakan 8.7%.

Angka inflasi lainnya, Producer Price Index muncul dengan hasil yang kurang lebih serupa, naik 9.8% pada bulan yang sama. Angka – angka inflasi ini di bawah dari angka final bulan Juni dan juga di bawah daripada yang diperkirakan pasar.

Para trader dengan minat spekulasi menyambut baik melemahnya tekanan harga di Amerika Serikat, yang memberikan ruang bagi Federal Reserve AS untuk menurunkan kecepatan pengetatan dan dengan demikian membantu Amerika Serikat terhindar dari turunnya ekonomi yang lebih curam.

Pasar saham naik membumbung tinggi. Indeks saham AS naik mencapai ketinggian dua bulan yang baru sehingga mendukung naik EUR/USD. Namun pada hari terakhir perdagangan, hari Jumat minggu lalu, rally saham berkurang dengan yields obligasi pemerintrah AS mengalami kenaikan sehingga membantu dollar AS pulih menjelang penutupan pasar mingguan.

Memulai minggu lalu pada hari Senin di 1.0190, EUR/USD berhasil mengakhiri minggu lalu pada hari Jumat dengan kenaikan di 1.0259.  EUR/USD sempat naik ke ketinggian satu bulan yang baru di sekitar 1.0330 pada hari Rabu, dengan dollar AS tertekan oleh keluarnya angka inflasi bulan Juli yang lebih lemah daripada yang diperkirakan, indeks dollar AS jatuh lebih dari 1% ke bawah 105.00. Namun pada hari Jumat, EUR/USD kembali tertekan turun ke 1.2059 dengan bangkitnya kembali USD ke atas 105.50.

Pergerakan Harian Minggu Lalu

Pada hari Senin, EUR/USD berhasil menembus ke atas 1.0200 di sekitar 1.0224 pada hari Senin dalam jam perdagangan  sesi AS. Meskipun terjadinya kenaikan yang tajam pada indeks saham utama di bursa saham AS, Wall Street, menunjukkan lingkungan pasar yang positip terhadap resiko, matauang bersama Eropa harus berjuang untuk bisa mendapatkan permintaan.

Pasar keuangan memulai minggu perdagangan yang baru dengan sentimen yang lebih baik, sehingga membebani dollar AS. Pada jam perdagangan sesi Eropa, pasangan matauang EUR/USD diperdagangkan di sekitar 1.0190, naik tetapi masih belum dapat menembus batas 1.0200.

Baru pada jam perdagangan sesi AS, EUR/USD berhasil menembus 1.0200 dan diperdagangkan di sekitar 1.0224 karena melemahnya USD. Melemahnya USD secara luas berhubungan langsung dengan turunnya yields obligasi pemerintah AS dan menguatnya saham-saham di bursa saham AS, Wall Street.

Sementara itu Uni Eropa mempublikasikan Sentix Investor Confidence bulan Agustus yang muncul lebih buruk daripada yang diperkirakan. Muncul di – 25.2 dibandingkan dengan yang diperkirakan di – 24.7. Angka yang lemah ini membatasi kekuatan dari EUR.

Pada hari Selasa, Dollar AS tetap berada pada posisi  di bawah selama paruh pertama hari Selasa sehingga membantu EUR/USD naik mencapai ketinggian intraday di 1.0247 sebelum akhirnya terkoreksi turun kembali ke arah 1.0200.

Memasuki awal perdagangan sesi AS, EUR/USD berhasil mendapatkan kembali daya tariknya dan naik ke arah 1.0250 di sekitar 1.0222. Setelah keluar data ekonomi dari AS yang menunjukkan bahwa Unit Labor Costs naik sebesar 10.8% pada kuartal kedua, turun dari 12.7% pada kuartal pertama, dollar AS berjuang untuk mendapatkan permintaan sehingga membantu kenaikan EUR/USD.

Partisipan pasar tetap berhati-hati menjelang rilis data inflasi AS – Consumer Price Index karena akan menentukan keputusan the Fed pada pertemuan bulan September. Sementara keprihatinan mengenai kemajuan ekonomi terus berlangsung. Matauang bersama Eropa mengalami tekanan turun karena berita yang mengatakan bahwa Rusia menangguhkan pengiriman minyak mentah melalui pipa Druzhba dengan alasan masalah pembayaran biaya transit.

Pada hari Rabu, EUR/USD naik ke arah 1.0250 dalam perdagangan sesi Eropa pada hari Rabu sebelum keluarnya data inflasi AS bulan Juli. Setelah keluar data inflasi AS bulan Juli, EUR/USD berhasil mengumpulkan momentum bullish-nya dan mencapai level tertingginya dalam satu bulan di atas 1.0300 di sekitar 1.0330, dengan dollar AS tetap berada di bawah tekanan jual yang konstan.

Pasangan matauang EUR/USD naik membumbung tinggi setelah keluarnya angka data inflasi AS. Data inflasi Consumer Price Index (CPI) AS bulan Juli muncul tidak berubah dari angka di bulan Juni, dan secara basis tahunan naik 8.5%. Pasar memperkirakan angka CPI naik sebesar 8.7% Y/Y setelah kenaikan sebesar 9.1% pada laporan bulan Juni. Sementara angka Core CPI yang mengeluarkan harga makanan dan energi, tetap stabil di 5.9%, lebih baik daripada yang diperkirakan di 6.1%.

Pada perdagangan sebelum pembukaan, saham – saham AS naik membumbung tinggi karena berita inflasi AS ini dengan DJIA naik lebih dari 400 poin. Sementara yields obligasi pemerintah AS terjun dan dollar AS tumbang dengan para partisipan pasar sekarang memperhitungkan dalam harga Federal Reserve yang kurang agresif.

Meskipun Reuters melaporkan sebelumnya bahwa pasar uang di zona euro saat ini telah sepenuhnya memperhitungkan dalam harga kenaikan tingkat bunga sebesar 50 bps dalam pertemuan European Central Bank (ECB) pada bulan September, matauang bersama Eropa tetap mengalami kesulitan untuk mendapatkan permintaan.  Menteri Keuangan Jerman Christian Lindner mengatakan sebelumnya bahwa outlook ekonomi Jerman kelihatannya rentan.

Pada hari Kamis, EUR/USD kehilangan daya tariknya setelah naik ke atas 1.0350 sebagai reaksi awal dari lemahnya data inflasi Producer Price Index (PPI) pada jam perdagangan sesi AS. Meskipun demikian, pasangan matauang ini berhasil berpegang kepada teritori positip di atas 1.0300 di sekitar 1.0330 sementara dollar AS harus berjuang untuk mendapatkan kekuatan.

Dollar AS tetap tertekan pada posisi di bawah dengan para trader bergembira karena melemahnya inflasi. Angka PPI muncul terkontraksi menjadi 9.8% di bawah dari angka sebelumnya di 11.3%. Angka bulanan turun 0.5% dan jauh lebih baik daripada yang diperkirakan, kenaikan sebesar 0.2%.

Sementara itu, Initial Jobless Claims untuk minggu yang berakhir pada tanggal 5 Agustus muncul di 262.000, sedikit lebih baik daripada yang diperkirakan di  263.000. Tanda – tanda melemahnya tekanan inflasi telah mendorong naiknya optimisme yang merugikan dollar AS.

Pada hari Jumat, EUR/USD terus turun ke arah 1.0250 di sekitar 1.0259 selama jam perdagangan sesi AS hari Jumat. Setelah data yang dipublikasikan oleh UoM menunjukkan bahwa outlook inflasi jangka panjang naik menjadi 3% pada bulan Agustus dari sebelumnya 2.9% pada bulan Juli, dollar AS berhasil mengumpulkan kekuatannya terhadap rival – rivalnya, yang membebani pasangan matauang EUR/USD.

Pada hari Jumat indeks dolar AS berhasil menghentikan penurunannya dan diperdagangkan naik, meskipun secara mingguan masih mencetak kerugian dengan indeks dolar AS berada di level 105.60. Naiknya indeks dolar AS terjadi disebabkan karena aksi ambil untung sekalipun yields AS menurun.

Eurostat merilis data ekonomi Industrial Production Uni Eropa untuk bulan Juni yang diperkirakan akan menunjukkan kenaikan 0.2% secara basis bulanan dan muncul dengan kenaikan 0.7% jauh di atas dari yang diperkirakan sehingga membatasi penurunan matauang bersama Eropa lebih jauh.

Kemana Arah Pergerakan EUR/USD Selanjutnya?

Namun, segala sesuatunya tidaklah sesederhana seperti yang dikatakan. Amerika Serikat sudah masuk ke dalam resesi, paling tidak secara tehnikal dengan GDP AS terkontraksi untuk dua kuartal berturut – turut. Catatan yang positipnya adalah sektor employment tetap solid. Catatan negatipnya adalah inflasi tahunan setinggi 8.5% bukanlah hal yang menggembirakan. Namun pada akhirnya, para pemain di pasar memperhitungkan kenaikan tingkat suku bunga kunci the Fed hanya sebesar 50 bps untuk bulan September. Potensi pertumbuhan ekonomi adalah alasan dibalik terjadinya rally di pasar saham baru-baru ini.

Di Eropa, fokus trader dan investor ada pada krisis energi – sebagai akibat dari perang Ukraina. Harga – harga listrik berada pada rekor ketinggiannya dengan pemerintah sedang mempelajari bagaimana membatasi supply energi menjelang musim dingin yang bisa tiba – tiba datangnya.

Ada resiko, benua tua Eropa, kemungkinan akan menghadapi kekurangan gas alam, yang memberikan “power” bagi pabrik-pabrik energi dan dengan demikian memangkas aktifitas industri. Berbalik turunnya ekonomi nasional bisa jadi belum mencapai daratan Eropa namun sedang mengetuk pintu.

Data Ekonomi Masih Berseru Tentang Masalah

Sentix Investor Confidence index Uni Eropa pada bulan Agustus jatuh ke 25.2, merefleksikan ke prihatinan mengenai masa depan jangka pendek di Uni Eropa. Meskipun Industrial Production naik sebesar 2.4% YoY pada bulan Juni.

Kalender makro ekonomi juga termasuk perkiraan final dari inflasi Jerman bulan Juli yang dikonfirmasi berada pada 7.5%. Selain itu, perkiraan pendahuluan dari Consumer Sentiment Index Michigan AS, membaik lebih daripada yang diperkirakan, menyentuh 55.1 pada bulan Agustus setelah sebelumnya jatuh ke rekor kerendahan di 50 pada bulan Juni. Angka yang bagus ini telah memberikan dorongan naik bagi dollar AS pada penutupan mingguan.

Minggu ini akan ada sejumlah event papan atas, namun perhatian para investor dan trader umumnya masih akan tetap pada resiko potensi resesi. Uni Eropa akan mempublikasikan perkiraan kedua dari GDP kuartal kedua dan CPI bulan Julli. Sementara itu AS akan merilis Retail Sales bulan Juli yang diperkirakan akan naik sedikit 0.1%. Akhirnya Federal Reserve AS akan merilis risalah pertemuan kebijakan moneternya yang terbaru.

Support & Resistance

“Support” terdekat menunggu di 1.0200  yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.0105 dan kemudian 0.9951. “Resistance” terdekat menunggu di 1.0280 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.0360 dan kemudian 1.0440.

Ricky Ferlianto/VBN/Head Research Vibiz Consulting

Editor: Asido