Harga Gandum Turun Pada Akhir Minggu ke – 2 Agustus

348
gandum

(Vibiznews – Commodity) – Harga gandum pada penutupan pasar hari Jumat turun setelah Laporan Bulanan Perkiraan Persediaan dan Permintaan WASDE. 

Harga gandum sangat dipengaruhi dengan pergerakan ekonomi global namun pada dua bulan terakhir harga gandum turun bahkan lebih rendah dari harga sebelum invasi Rusia.  

Harga gandum mingguan pada minggu ke 2 Agustus naik  2.55%.  

Harga gandum September di CBOT turun 4.75 sen (0.59%) menjadi $8.075 per bushel. 

Pada hari Rabu 10 Agustus diumumkan Consumer Price Index (CPI) AS. Angka CPI AS bulan Juli turun ke 8.5% dari sebelumnya di 9.1% pada bulan Juni.    

Tertekan oleh keluarnya angka inflasi bulan Juli yang lebih lemah daripada yang diperkirakan, indeks dollar AS jatuh lebih dari 1% ke bawah 105.00. Melemahnya dolar membuat harga komoditi naik    

Pada hari Jumat Indeks dollar AS memperpanjang rally yang menunjukkan kekuatan dollar AS secara luas. Harga komoditas kembali turun di akhir minggu.  Kenaikan selama seminggu terbatasi oleh menguatnya dolar pada akhir minggu. 

Laporan Bulanan Perkiraan Persediaan dan Permintaan WASDE bulan Agustus pada hari Jumat 
Perkiraan Gandum Amerika Serikat  

Outlook 2022/23 untuk gandum bulan ini naiknya pasokan, konsumsi meningkat dan kenaikan penjualan sehingga persediaan akhir turun.  

  • Perkiraan produksi naik 2 juta bushel dari bulan lalu menjadi 1.783 juta bushel. 
  • Hasil gandum 47.5 bushel per are, naik 0.2 bushel dari bulan lalu. 
  • Penggunaan gandum untuk makanan meningkat 6 juta bushels menjadi 970 juta untuk digunakan pabrik penggilingan terigu. Laporan penggilingan terigu di April – Juni naik menjadi 972 juta.  
  • Ekspor 2022/23 naik 25 juta bushel menjadi 825 juta. 
  • Perkiraan persediaan akhir di 2022/23 turun 29 juta bushel menjadi 610 juta bushel. 

Perkiraan harga gandum di petani turun $1.25 per bushel menjadi $9.25 per bushel. 

 Perkiraan gandum global  

Outlook gandum global di 2022/23 naiknya pasokan, konsumsi meningkat, meningkatnya penjualan membuat persediaan akhir turun. 

  • Persediaan awal naik 4.2 juta ton menjadi 1,055.9 juta  
  • Produksi
    • Produksi naik mencapai rekor 779,6 juta ton. Kenaikan produksi dari Rusia, Australia dan Cina. Pengurangan produksi India dan Uni Eropa. 
    • Produksi Rusia naik 6.5 juta ton mencapai rekor 88 juta ton dengan meningkatnya area tanam dan hasil.  
    • Produksi Australia naik 3 juta ton menjadi 33 juta naik karena cuaca yang baik menaikan hasil.  
    • Produksi Cina naik 3 juta ton menjadi 138 juta ton menurut Laporan National Bureau Statistics karena perluasan area tanam. 
    • Produksi India turun 3 juta ton menjadi 103 juta karena berkurangnya area tanam. 
    • Produksi Eropa turun 2 juta ton menjadi 132.1 juta terutama dari Hongaria, Spanyol dan Romania. 
  • Perkiraan konsumsi dunia 2022/23 naik 4.4 juta ton menjadi 788.6 juta karena penggunaan gandum untuk pakan untuk Rusia dan Australia. 
  • Perkiraan penjualan 2022/23 naik 3.2 juta ton menjadi 208.6 juta, naiknya ekspor Rusia, Australia, Ukraine, Canada dan Amerika Serikat. Penurunan ekspor dari Uni Eropa dan Argentina. 
  • Ekspor Rusia diperkirakan akan naik mencapai rekor 42 juta ton . 
  • Perkiraan persediaan akhir berkurang menjadi 267.3 juta ton terendah sejak 6 tahun lalu.  

Pergerakan harga gandum sejak Juni sampai awal Agustus terus turun bahkan ke harga terendah 6 bulan pada 3 Agustus 2022. Turun 41.2% turun dari harga tertinggi setelah invasi Rusia ke Ukraina

Pergerakan Harga Gandum di Bulan Juni – Minggu ke 2 Agustus: 

 

 

  • Harga gandum setelah naik tinggi setelah invasi Rusia ke Ukraina  24 Februari dan harga gandum mencapai puncaknya pada  7 Maret 2022 di harga $12.95. Kenaikan tinggi akibat  penetapan sangsi ke Rusia, AS tidak lagi membeli minyak mentah dan gas dari Rusia dan diikuti beberapa negara Eropa. Harga gandum mencapai harga tertinggi 14 tahunnya. Harga gandum pada 7 Maret naik 52% dari 22 Februari sebelum invasi Rusia ke Ukraina. 
  • Harga gandum sempat turun ke harga terendah sejak  1 Maret di harga $7.059 pada 22 Juli pada hari Jumat berita bahwa akan ada penanda tanganan pelepasan ekspor Ukraina dari pelabuhan di Laut Hitam, namun setelah penandatangan harga naik karena pelabuhan  Odesa di bom oleh Rusia.   
  • Harga gandum September pada 3 Agustus di CBOT turun 11 sen (1.42%) menjadi $7.6365 perbushel harga terendah 6 bulan. Turun 41.23% dari awal invasi Rusia ke Ukraina. 
  • The European Commission melaporkan kenaikan ekspor gandum ke negara non Uni Eropa 11% dari tahun lalu. Tujuan terbesar ke Maroko 430k MT dari 1.84 MMT yang dikirim tahun marketing ini.   
Beberapa faktor yang menyebabkan harga gandum turun : 
  • Faktor cuaca di Midwest akan membaik selama 2 minggu ke depan, hujan turun dan suhu kembali normal.   
  • Kekhawatiran terjadi resesi ekonomi 
  • Kenaikan inflasi di AS, Eropa membuat Bank Sentral menaikkan suku bunga akibatnya terjadi perlambatan ekonomi yang berlangsung di seluruh dunia.  
  • Kekhawatiran terjadi resesi di AS menyebabkan turunnya permintaan . Produk domestik bruto riil turun 0,9 persen pada kuartal kedua setelah merosot 1,6 persen pada kuartal pertama. 
  • Indeks dolar AS menguat membuat harga komoditas turun

https://www.vibiznews.com/2022/08/14/rekomendasi-gbp-usd-mingguan-15-19-agustus-2022-tekanan-turun-mengancam/

  • Situasi Ukraina, Kapal dari Odessa sudah mengirim 26.000 ton jagung ke Lebanon. Dengan ekspor dari Ukraina ini akan menambah persediaan global.  
  • Pengiriman pertama biji-bijian dari Ukraina dari pelabuhan Odessa pada hari Senin. Pengiriman itu dari Odessa ke Tripoli, Libanon melalui Turki. Di Turki diharapkan sampai tanggal 2 Agustus. Pengiriman 26,000 ton jagung. 
  • Salah satu penyebab harga gandum turun adalah minggu ini sudah 14 kapal pengangkut meninggalkan Ukraina. Kapal pertama berisi jagung ditolak pembeli karena tidak sesuai kualitas dari Libanon dikirim ke Syria.   
  • Cina berencana untuk melarang impor biji-bijian dari AS  akibat dari kunjungan Nancy Pelosi ke Taiwan sangat menjadi perhatian pasar,  
  • USDA menaikkan ekspor gandum Rusia 6.5 juta ton menjadi 88 juta ton. Perkiraan lainnya hasil panen diatas 90 juta – 95 juta ton. Ekspor Rusia juga naik 2 juta ton menjadi 42 juta dalam laporan bulanan WASDE. 

https://www.vibiznews.com/2022/08/13/inflasi-sudah-di-puncak-the-fed-berkurang-agresifnya-global-market-outlook-15-19-august-2022/ 

Namun harga gandum masih dapat naik lagi karena : 

  • Heat waves di Eropa yang berlangsung mengurangi akan produksi gandum di Eropa 
  • Pada hari Rabu 10 Agustus diumumkan Consumer Price Index (CPI) AS. Angka CPI AS bulan Juli turun ke 8.5% dari sebelumnya di 9.1% pada bulan Juni.    
  • Tertekan oleh keluarnya angka inflasi bulan Juli yang lebih lemah daripada yang diperkirakan, indeks dollar AS jatuh lebih dari 1% ke bawah 105.00. Melemahnya dolar membuat harga komoditi naik    
  • Pada hari Jumat 12 Agustus Indeks dollar AS memperpanjang rally yang menunjukkan kekuatan dollar AS secara luas  

Analisa tehnikal untuk gandum support pertama di $7.70 dan berikut ke $7.35 sedangkan resistant pertama di $8.31 berikut ke $8.55.  

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting