Pasar Keuangan Positif di Tengah Tekanan Global — Domestic Market Outlook, 12-16 September 2022 by Alfred Pakasi

428

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi domestik pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:

  • Pasar keuangan dalam negeri meneruskan optimismenya dengan IHSG dan rupiah lanjut menguat secara mingguannya. Rupiah menjadi salah satu mata uang terkuat di Asia.
  • Penjualan eceran Agustus diprakirakan bertumbuh setelah 3 bulan dalam kontraksi.
  • Cadangan devisa bulan Agustus dilaporkan BI stabil dan tetap tinggi.

Minggu berikutnya, isyu antara prospek pemulihan ekonomi dalam dan luar negeri, akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Domestic Market Review and Outlook 12-16 September 2022.

===

Minggu lalu IHSG di pasar modal Indonesia terpantau menguat kembali di minggu keduanya, sempat bertengger di 4,5 bulan tertingginya lalu tertahan profit taking, bergerak searah dengan sentimen bursa regional. Sementara itu, bursa kawasan Asia umumnya bias menguat. Secara mingguan IHSG ditutup menguat 0,91%, atau 65,477 poin, ke level 7.242,656. Untuk minggu berikutnya (12-16 September 2022), IHSG kemungkinan akan diintip profit taking karena di sekitar overbought area dengan bias tetap uptrend, dengan mencermati sentimen bursa regional sepekan depan. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance di level 7.287 dan 7.355. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7.073, dan bila tembus ke level 6.902.

Mata uang rupiah terhadap dollar AS pekan lalu rebound menguat ke level 2 minggu tertingginya, sejalan dengan tren kenaikan harga komoditas dan US dollar yang terkoreksi dari bullish-nya, menjadikan rupiah salah satu mata uang terbaik se-Asia, sehingga rupiah secara mingguannya berakhir menguat 0,45% ke level Rp 14.830. Sementara, dollar global lanjut menguat kembali. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan akan bias menurun secara bertahap, atau kemungkinan rupiah punya ruangan penguatan lebih lanjut secara bertahap, dalam range antara resistance di level Rp14.992 dan Rp15.037, sementara support di level Rp14.797 dan Rp14.659.

Harga obligasi rupiah Pemerintah Indonesia jangka panjang 10 tahun terpantau berakhir turun terbatas secara mingguannya, terlihat dari pergerakan naik tipis yield obligasi dan berakhir ke 7,177% pada akhir pekan. Ini terjadi di tengah berlanjutnya aksi jual investor asing di SBN. Sementara yields US Treasury melaju naik di minggu keenamnya.

===

BI melaporkan bahwa kinerja penjualan eceran diprakirakan tetap kuat pada Agustus 2022. Hal ini tercermin dari prakiraan Indeks Penjualan Riil (IPR) Agustus 2022 sebesar 202,8, atau tumbuh 5,4% (yoy), terutama didukung oleh peningkatan penjualan Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau. Secara bulanan, penjualan eceran diprakirakan tumbuh 1,3% (mtm) setelah sebelumnya mengalami kontraksi selama 3 bulan terturut-turut.

Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Agustus 2022 tetap tinggi sebesar 132,2 miliar dolar AS, relatif stabil dibandingkan dengan posisi pada akhir Juli 2022 yang juga sebesar 132,2 miliar dolar AS. Perkembangan posisi cadangan devisa pada Agustus 2022 antara lain dipengaruhi oleh penerimaan pajak dan jasa, penerimaan devisa migas, di tengah kebutuhan untuk stabilisasi nilai tukar Rupiah sejalan dengan masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.

Berdasarkan data transaksi 5 – 8 September 2022, nonresiden di pasar keuangan domestik jual neto sebesar Rp1,64 triliun terdiri dari jual neto Rp5,37 triliun di pasar SBN dan beli neto Rp3,74 triliun di pasar saham.

===

Dinamika pasar terus bergerak secara aktif, naik turun di pasar investasi. Ancaman datangnya resesi perekonomian global serta tensi geopolitik antara Rusia – Ukraina, juga China – Taiwan yang mengkhawatirkan dunia, menyisakan kebingungan pasar untuk bagaimana menyikapinya. Sementara itu, pengetatan kebijakan moneter bank-bank sentral global, tingginya tingkat inflasi, ancaman krisis energi serta krisis pangan, juga terganggunya supply chain dunia membuat situasi demikian kompleks dan mengaburkan pilihan investasi yang cerdas. Kalau Anda tidak punya waktu banyak kesempatan untuk mengikuti dan mengartikan pergerakan pasar demikian, Vibiznews.com dapat membantu Anda sepenuhnya serta memanfaatkannya untuk keputusan investasi yang lebih akurat. Terima kasih telah bersama kami karena mengingat kami ada demi sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting