Minggu Keputusan Suku Bunga Global, Seberapa Besar? — Global Market Outlook, 19-23 September 2022

470

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi global pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:

  • Ekspektasi investor bahwa the Fed akan menaikkan suku bunga secara agresif mendominasi sentimen pasar.
  • Dollar ditopang hawkish-nya the Fed dan ancaman resesi Inggris yang menurunkan pound sterling ke level 37 tahun terendahnya.
  • Pengumuman kebijakan FOMC the Fed pekan depan – Kamis dini hari WIB- menjadi fokus pasar, diprediksi akan naik 75 bp, serta keputusan suku bunga BOJ dan BOE hari Kamis.

Pasar saham dunia terpantau bias melemah, harga emas berlanjut tertekan, dan US dollar menguat kembali.

Minggu berikutnya, isyu prospek pemulihan ekonomi dunia global akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Global Market Review and Outlook 19-23 September 2022.

===

Pasar Forex

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar secara mingguan menguat oleh ekspektasi investor bahwa the Fed tetap agresif menaikkan suku bunganya pekan depan -konsensusnya bisa naik 75 bp- serta oleh tergelincirnya sterling ke 37 tahun terendahnya di tengah risiko resesi Inggris; di mana indeks dolar AS secara mingguan berakhir naik ke 109.64. Sementara itu, pekan lalu euro terhadap dollar terpantau turun tipis ke 1.0012. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.0203 dan kemudian 1.0369, sementara support pada 0.9863 dan 0.9859.

Pound sterling minggu lalu terlihat melemah ke level 1.1416 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.1738 dan kemudian 1.1900, sedangkan support pada 1.1350 dan 1.1100. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir naik tipis ke level 142.90 Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 144.99 dan 147.67, serta support pada 138.50 serta level 135.80. Sementara itu, Aussie dollar terpantau turun ke level 0.6718. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.7137 dan 0.7247, sementara support level di 0.6670 dan 0.6648.

Pasar Saham

Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum melemah mengikuti sentimen negatif dari Wall Street oleh ekspektasi the Fed akan terus menaikkan suku bunganya. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau berakhir melemah ke level 27,567. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 28,793 dan 29,223, sementara support pada level 27,268 dan 26,791. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir melemah ke level 18,762. Minggu ini akan berada antara level resistance di 19,492 dan 20,952, sementara support di 18,678 dan 18,235.

Bursa saham Wall Street minggu lalu melemah, ditekan aksi jual investor oleh prediksi berlanjutnya pengetatan moneter dan prospek ekonomi AS yang belum jelas. Dow Jones secara mingguan melemah ke level 30,822, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 32,504 dan 33,365, sementara support di level 30,144 dan 29,653. Index S&P 500 minggu lalu turun ke level 3,885.2, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 4,216 dan 4,310, sementara support pada level 3,837 dan 3,721.

Pasar Emas

Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau kembali melemah, mendekati level 2 tahun terendahnya, oleh penguatan dollar serta sentimen kenaikan suku bunga the Fed yang agresif, sehingga harga emas spot secara mingguan melemah ke level $1,675.50 per troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistant di $1735 dan berikut $1808, serta support pada $1654 dan $1609.

 

Seorang investor ketika memilih instrumen investasinya dan kemudian masuk ke pasar tentunya berharap akan memperoleh profit dari keputusan investasinya tersebut. Harapan. Itu sesuatu yang begitu memengaruhi pandangan investor. Harapan yang diwarnai oleh ekspektasi dan tidak jarang disertai analisis yang bias. Kalau Anda ingin kenal pasar –memang tidak mudah untuk mengenalnya—harus tahu seperti apa ekspektasi pasar hari-hari ini. Vibiznews.com telah siap sejak lama ingin memperkenalkan Anda kepada pasar secara lebih dalam, karena kami ada sebagai partner sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting