Rekomendasi Minyak 21 September 2022: Tertekan Kenaikan USD.

201

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) di bursa Nymex pada awal jam perdagangan sesi AS hari Selasa turun dan diperdagangkan di sekitar $83.28 per barel.

Harga minyak mentah WTI berfluktuasi pada hari Selasa, diperdagangkan di antara $82.11 dan $86.21 per barel. Minyak mentah WTI berhasil membalikkan tekanan jual pada waktu awal perdagangan yang sempat membawa turun harga minyak mentah WTI ke $82.11 dan naik ke $86.21 per barel.

Namun memasuki jam perdagangan sesi AS, harga minyak mentah WTI tertekan turun kembali ke $83.28 per barel dengan dollar AS mengalami kenaikan di tengah kondisi pasar yang penuh antisipasi akan kenaikan tingkat bunga yang akan dilakukan oleh bank sentral AS pada pertemuan kebijakan moneter yang dimulai dari sejak hari Selasa dan berakhir hari Rabu sore waktu AS dan juga oleh bank sentral utama dunia lainnya.

Investor menunggu pengumuman dari para bank sentral utama dunia, dimulai dari Federal Reserve AS pada hari Rabu, dilanjutkan dengan Bank of Japan, Switzerland National Bank, dan Bank of England. Kehati-hatian berkuasa di tengah skenario seperti ini, karena beberapa dari bank sentral ini kemungkinan akan membawa kejutan kepada dunia trading.

Indeks saham Eropa tidak berhasil membukukan keuntungannya. Indeks saham FTSE 100 Inggris diperdagangkan mendatar pada hari Selasa dan indeks saham berjangka AS turun antara 0.1% dan 0.25% yang menunjukkan atmosfir pasar yang berhati-hati.

Sementara itu dollar AS mendapatkan dukungan dengan naiknya yields obligasi pemerintah AS. Yields note treasury 10 tahun berada pada 3.55% sementara yields note 2 tahun menawarkan tingkat bunga di 3.96%.

Support & Resistance

Support” terdekat menunggu di $83.00 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $82.68 dan kemudian $81.53. “Resistance” yang terdekat menunggu di $84.49 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $85.12 dan kemudian $86.33.

Ricky Ferlianto/VBN/Head Research Vibiz Consulting

Editor: Asido.