IHSG Kamis Siang Melemah ke Level 7.203; Bursa Asia Tertekan, the Fed Masih Akan Agresif

187
IHSG
Vibizmedia Picture

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Kamis siang ini (22/9) terpantau menguat 14,704 poin (0,20%) ke level 7.203,018 setelah dibuka naik ke level 7.154,974.

IHSG bergerak di dua zona lalu bangkit berlawanan dengan regional, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya melemah dipimpin Hang Seng mengikuti Wall Street yang tergelincir setelah the Fed menaikkan suku bunga dengan agresif.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini terpantau melemah 0,17% atau 25 poin ke level Rp 15.022, dengan dollar AS di pasar uang Asia menanjak setelah menguat 2 hari di sesi global sebelumnya; perkasa di level 20 tahun lebih tertingginya setelah kenaikan suku bunga the Fed 75 bp dan mengindikasikan akan terus berlanjut.

Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.997, terpantau di level 2 bulan terendahnya.

Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 33,340 poin (0,46%) ke level 7.154,974. Sedangkan indeks LQ45 turun 6,091 poin (0,59%) ke level 1.023,127. Siang ini IHSG menguat 14,704 poin (0,20%) ke level 7.203,018. Sementara LQ45 terlihat naik 0,10% atau 1,062 poin ke level 1.030,280.

Siang ini delapan dari sebelas sektor tampak mengalami penguatan. Sektor yang mencatat kenaikan tertinggi adalah sektor energy yang menanjak 1,04%, diikuti sektor industrial yang naik 0,85%.

Tercatat sebanyak 248 saham naik, 266 turun dan 169 saham stagnan. Perdagangan saham termasuk moderat dengan frekuensi perdagangan saham tercatat 912.229 kali transaksi sebanyak 20,687 miliar lembar saham senilai Rp 8,705 triliun.

Sementara itu, bursa regional siang ini terlihat melemah, di antaranya Nikkei yang merosot 0,49%, dan Hang Seng yang turun 1,99%.

Sejumlah saham yang masuk jajaran top losers antara lain Rukun Raharja (RAJA) -3,85%, Bank Jago (ARTO) -3,64%, Chandra Asia (TPIA) -2,28%, dan Go To (GOTO) -1,54%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini bergerak di dua zona lalu bangkit, sementara bursa kawasan Asia siang ini melemah dipimpin Hang Seng mengikuti Wall Street yang tergelincir setelah the Fed menaikkan suku bunga agresif.

Berikutnya IHSG kemungkinan akan berkonsolidasi di antara sentimen negatif global, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.318 dan 7.377. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7.015, dan bila tembus ke level 6.902.

 

 Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group