Rupiah Kamis Berakhir Melemah ke Rp15.017/USD; BI Naikkan Suku Bunga ke 4,25%

192
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Economy) – Dalam pergerakan pasar uang Kamis sore ini (22/9), nilai tukar rupiah terhadap dollar berakhir melemah di hari kelimanya, mengurangi sebagian loss sesi siangnya, sementara dollar AS di pasar Eropa menurun setelah menguat 2 hari di sesi global sebelumnya.

Rupiah terhadap dollar AS petang ini melemah 0,13% atau 20 poin ke level Rp 15.017 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.997. Rupiah terpantau balik ke level 2 bulan terendahnya, setelah sempat tertekan ke 28 bulan terendah, ditopang keputusan BI menaikkan suku bunga acuan BI7DRR 50 bp ke 4,25%.

Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 15.007 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp15.042, dan terakhir sore ini WIB terpantau di posisi Rp 15.017.

Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Eropa menurun setelah menguat 2 hari; terkoreksi dari level 20 tahun lebih tertingginya setelah kenaikan suku bunga the Fed 75 bp dan indikasi berlanjutnya.

Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, petang hari WIB ini turun terbatas ke level 111,01, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 111,35.

Sementara itu, IHSG Kamis di akhir sesi menguat 30,592 poin (0,43%) ke level 7.218,906, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya melemah dipimpin Hang Seng setelah the Fed menaikkan suku bunga dengan agresif.

 

Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat, dengan dollar di pasar Eropa beranjak turun. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp14.815 – Rp15.150.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting