Harga Emas Tertekan Peningkatan Dolar AS dan Imbal Hasil Treasury AS

370

(Vibiznews – Commodity) Harga emas turun lebih dari 1% ke level terendah sejak April 2020 pada hari Jumat tertekan dolar yang kuat dan peningkatan imbal hasil obligasi AS hingga kekhawatiran di sekitar lebih banyak kenaikan suku bunga AS mengurangi daya tarik emas.

Emas Spot turun 1,4% pada $1,646.50 per ounce dan menuju penurunan mingguan kedua berturut-turut, turun 1,8%.
Emas berjangka AS turun 1,5% menjadi $1.655.

Dolar melonjak 0,9% ke level tertinggi baru dua dekade terhadap para pesaingnya, membuat emas kurang menarik bagi pemegang mata uang lainnya.

Imbal hasil Treasury AS 10-tahun mencapai puncak 11-tahun.

Sejumlah bank sentral termasuk Federal Reserve AS dan Bank of England telah menaikkan suku bunga minggu ini untuk menjinakkan inflasi dan juga memicu kekhawatiran resesi global.

Sementara emas dianggap sebagai investasi yang aman selama masa ketidakpastian politik dan keuangan, kenaikan suku bunga menumpulkan daya tariknya karena tidak menghasilkan bunga.

Demikian juga perak spot turun 4,1% menjadi $18,85 per ons, paladium tergelincir 3,8% menjadi $2.087,67 dan platinum turun 4,3% menjadi $861,54. Ketiga logam tersebut menuju penurunan mingguan.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga emas masih terus tertekan penguatan dolar AS dan imbal hasil Treasury AS seiring kenaikan suku bunga agresif The Fed.