Uang Beredar Tumbuh Positif Pada Agustus 2022

112
Uang Beredar

(Vibiznews – Banking & Insurance) – Penyesuaian secara bertahap GWM Rupiah dan pemberian insentif GWM sejak 1 Maret – 15 September 2022 telah menyerap likuiditas perbankan sekitar Rp269,3 triliun.

Penyerapan likuiditas tersebut tidak mengurangi kemampuan perbankan dalam penyaluran kredit/pembiayaan kepada dunia usaha. Maupun partisipasi dalam pembelian SBN untuk pembiayaan APBN.

Pada Agustus 2022, rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) masih tinggi mencapai 26,52%.

Likuiditas perekonomian juga tetap longgar atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Agustus 2022 tetap tumbuh positif.

Posisi M2 pada Agustus 2022 tercatat sebesar Rp7.894,1 triliun atau tumbuh 9,5% (yoy). Setelah sebelumnya tumbuh sebesar 9,6% (yoy) pada Juli 2022. Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar dalam arti sempit (M1) sebesar 13,7% (yoy).

Faktor-faktor yang memengaruhi uang beredar

Berdasarkan faktor yang memengaruhinya pertumbuhan M2 pada Agustus 2022 terutama dipengaruhi oleh perkembangan penyaluran kredit. Keuangan Pemerintah, serta aktiva luar negeri bersih.

Penyaluran kredit pada Agustus 2022 tumbuh 10,3% (yoy), setelah bulan sebelumnya tumbuh 10,4% (yoy) sejalan dengan perkembangan penyaluran kredit produktif. Sementara itu, tagihan bersih sistem moneter kepada Pemerintah Pusat terkontraksi 22,4% (yoy), setelah bulan sebelumnya terkontraksi sebesar 11,0% (yoy).

Hal itu didorong oleh pertumbuhan kewajiban kepada Pempus sebesar 31,8%(yoy) pada Agustus 2022. Setelah bulan sebelumnya tumbuh 28,4% (yoy) , terutama berasal dari simpanan Pempus di sistem moneter. Di sisi lain, aktiva luar negeri bersih juga mengalami kontraksi sebesar 4,0% (yoy), setelah terkontraksi sebesar 4,6% (yoy) pada Juli 2022.

Perkembangan Dana Pihak Ketiga (DPK)

Penghimpunan DPK pada Agustus 2022 tercatat Rp 7.354,7 Triliun, atau tumbuh 8,2% (yoy), setelah bulan sebelumnya tumbuh 8,4% (yoy).

Perkembangan DPK terutama dipengaruhi oleh pertumbuhan giro, tabungan dan simpanan berjangka. Berdasarkan golongan nasabah, perkembangan simpanan terjadi pada golongan nasabah perorangan dan korporasi.

Pada Agustus 2022, giro tercatat tumbuh stabil sebesar 17,7% (yoy). Sementara itu, tabungan tumbuh 10,6% (yoy) pada bulan laporan, setelah sebelumnya tumbuh 11,9% (yoy). Simpanan berjangka tumbuh sebesar 0,1% (yoy), setelah sebelumnya terkontraksi 0,4% (yoy) pada Juli 2022.

Belinda Kosasih/ Partner of Banking Business Services/Vibiz Consulting