Harga Kedelai Turun di Awal Minggu

198
kedelai, soy, harga

(Vibiznews – Commodity) – Harga kedelai pada awal Minggu turun menguatnya indeks dolar AS. Menguatnya dolar membuat harga komoditas turun termasuk kedelai.  

https://www.vibiznews.com/2022/09/26/rekomendasi-eur-usd-27-september-2022-jatuh-karena-menguatnya-usd/

Penurunan harga kedelai karena mengikuti menurunnya harga minyak mentah ke harga terendah 8 ½ bulan.  

https://www.vibiznews.com/2022/09/26/rekomendasi-minyak-mingguan-26-30-september-2022-resiko-turun-lebih-besar-dari-potensi-naik/

Pada hari Senin ada 2 Laporan Mingguan : 
  • Laporan Pengiriman Ekspor Mingguan 
  • Laporan Progress Pertumbuhan Tanaman Mingguan  

Harga kedelai Nopember turun 14.5 sen (1.02%) menjadi $14.1125 per bushel. Harga soymeal Desember turun $5.8 (1.37%) menjadi $417.5 per ton. Harga minyak kedelai Desember turun $1.22 (1.92%) menjadi $62.46. 

Laporan pengiriman ekspor mingguan sebesar 257,547 MT kedelai diekspor sampai 22 September. Turun dari 520k MT minggu lalu. Turun dari 486k MT tahun lalu pada minggu yang sama. Akumulasi ekspor sebesar 1.171 MMT sampai 22 September. 

Laporan Progress Pertumbuhan Tanaman dari NASS sebesar 63% tanaman sudah lepas daun sampai 25 September. Lebih lambat 2 % dari rata-rata. 

Panen sudah selesai naik 5% menjadi 8% masih dibawah rata-rata 13%. Rating Brugler500 tidak berubah 344 good/ex. Rating nasional tidak berubah 55% good/ex  

Perang Ukraina membuat persediaan bahan bakar berkurang di Eropa, menjelang musim dingin akan banyak diperlukan bahan bakar. Sehingga harga kedelai bisa naik karena digunakan sebagai bahan bakar pengganti sebagai biodiesel.  

Turunnya ekspor kedelai AS karena melimpahnya persediaan kedelai Argentina di pasar, dengan harga yang lebih murah, karena ketetapan fixed rate dari pemerintah Argentina. 

Analisa tehnikal untuk kedelai dengan support pertama di $14.34 berikut ke $14.22. Resistant pertama $14.89 dan berikut ke $15.23 

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting