IHSG Rabu Siang Menguat ke Level 7.131; Bursa Asia Merah, Mengikuti S&P 500 yang Tergelincir

328
IHSG
Vibizmedia Picture

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Rabu siang ini (28/9) terpantau menguat 18,506 poin (0,26%) ke level 7.130,955 setelah dibuka turun ke level 7.109,021.

IHSG bergerak terkoreksi lalu bangkit berlawanan dengan regional, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya melemah mengikuti Wall Street dengan S&P 500 mendekati posisi 2 tahun terendahnya.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini terpantau melemah tajam 0,81% atau 123 poin ke level Rp 15.245, dengan dollar AS di pasar uang Asia menanjak setelah menguat 2 hari di sesi global sebelumnya; perkasa di level 20 tahun lebih tertingginya di antara pound sterling yang masih sekitar rekor terendahnya serta sentimen the Fed yang akan terus agresif.

Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 15.122, terpantau di level 29 bulan terendahnya.

Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 69,562 poin (0,97%) ke level 7.109,021. Sedangkan indeks LQ45 turun 1,639 poin (0,16%) ke level 1.014,345. Siang ini IHSG menguat 18,506 poin (0,26%) ke level 7.130,955. Sementara LQ45 terlihat naik 0,49% atau 5,022 poin ke level 1.021,006.

Siang ini tiga dari sebelas sektor tampak mengalami penguatan. Sektor yang mencatat kenaikan tertinggi adalah sektor non-cyclical yang menanjak 0,48%, diikuti sektor finance yang naik 0,40%.

Tercatat sebanyak 189 saham naik, 314 turun dan 175 saham stagnan. Perdagangan saham termasuk agak moderat dengan frekuensi perdagangan saham tercatat 711.933 kali transaksi sebanyak 14,147 miliar lembar saham senilai Rp 6,760 triliun.

Sementara itu, bursa regional siang ini terlihat melemah, di antaranya Nikkei yang merosot 1,96%, dan Hang Seng yang turun 2,34%.

Sejumlah saham yang masuk jajaran top gainers antara lain Gudang Garam (GGRM) 8,53%, Bank Mandiri (BMRI) 1,87%, Telkom (TLKM) 1,80%, dan Bank BCA (BBCA) 1,51%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini bergerak terkoreksi lalu bangkit, sementara bursa kawasan Asia siang ini melemah mengikuti Wall Street dengan S&P 500 tergelincir ke 2 tahun terendahnya.

Berikutnya IHSG kemungkinan akan tetap di zona hijau karena sekitar area oversold-nya, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.252 dan 7.318. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7.015, dan bila tembus ke level 6.902.

 

 Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group