Rekomendasi EUR/USD Mingguan 3 – 7 Oktober 2022: EUR Tetap Bermasalah?

846

(Vibiznews – Forex). Pasangan matauang EUR/USD memulai minggu perdagangan minggu lalu dengan posisi di bawah, jatuh ke kerendahan selama 22 tahun yang baru di 0.9535, namun akhirnya berhasil mengubah arah pada pertengahan minggu membukukan keuntungan yang substansial dan kemudian menetap di level harga 0.9801.

Volatilitas sekali lagi terjadi dipicu oleh keprihatinan sehubungan dengan inflasi dan prospek penurunan ekonomi global di tengah usaha quantitative tightening (QT) yang massif dari para bank sentral.

Apa yang Terjadi pada Minggu Lalu?

Memasuki minggu perdagangan yang baru hari Senin minggu lalu di 0.9691, EUR/USD berhasil mengakhiri minggu lalu pada hari Jumat dengan kenaikan ke 0.9801. Pada awalnya hari Senin EUR/USD melemah dan turun ke kerendahan beberapa tahun yang baru di 0.9549 dengan dollar AS memperpanjang momentum kenaikannya sebelum akhirnya pulih sebagian dan naik ke 0.9647. Namun pada hari Selasa tidak berhasil melanjutkan kenaikannya, stabil di sekitar 0.9610 – 0.9640 sampai dengan hari Rabu.  Pada hari Kamis, EUR/USD berhasil meraih kembali daya tariknya naik ke sekitar 0.9788 meskipun data ekonomi Eropa mengecewakan. Pada hari Jumat sempat berhasil naik ke sekitar 0.9835 karena melemahnya dollar AS, namun akhirnya berbalik turun ke 0.9801 karena berbalik menguatnya USD.

Pergerakan Harian EUR/USD Minggu Lalu

Pada hari Senin, EUR/USD gagal naik ke atas 0.9700 setelah berusaha pulih sebelumnya dan turun kembali ke arah 0.9600 diperdagangkan di sekitar 0.9611. Sementara itu, dollar AS harus berjuang untuk bisa mengumpulkan kekuatan dengan indeks saham utama di Wall Street diperdagangkan di teritori positip. Hal ini membantu pasangan matauang EUR/USD membatasi kerugian sebelum masuk ke paruh kedua hari Senin.

Namun pada paruh kedua hari perdagangan hari Senin, sentimen pasar berubah menjadi buruk sehingga memberikan dorongan terhadap dollar AS, mengangkat indeks dollar AS kembal ke atas 114.00.

Pada awal minggu pembukaan perdagangan, dollar AS langsung naik membumbung tinggi sehingga menyebabkan EUR/USD melemah dan turun ke kerendahan beberapa tahun yang baru di 0.9549, meskipun kemudian berhasil pulih ke batas 0.9600. Pasangan matauang ini bahkan berhasil naik mencapai 0.9700 pada awal perdagangan sesi Asia dan sekarang diperdagangkan di sekitar 0.9647.

Dollar AS memperpanjang momentum kenaikannya yang terjadi pada hari Jumat minggu lalu di tengah berkuasanya keengganan terhadap resiko. Keprihatinan akan semakin tajamnya pembalikan ekonomi global terus mendorong naik dollar AS, khususnya setelah event – event pada minggu lalu. Beberapa bank sentral termasuk Federal Reserve AS memperketat kebijakan moneter mereka dalam rangka memerangi inflasi yang tinggi dan keras kepala. Ditambah lagi kebanyakan pembuat kebijakan mereview turun ekspektasi pertumbuhan mereka.

Kondisi yang memukul EUR yang lain adalah Jerman yang mempublikasikan IFO Business Climate, yang terkontraksi lebih daripada yang diperkirakan, turun menjadi 84.3 dari sebelumnya 88.5. Ekspektasi juga turun ke 75.2 dari 80.5.

EUR/USD kehilangan momentum bullish-nya dan turun ke area 0.9600 di sekitar 0.9610 selama jam perdagangan sesi AS hari Selasa. Munculnya data ekonomi Consumer Confidence AS yang lebih baik daripada yang diperkirakan telah membantu dollar AS berhasil mengumpulkan kekuatannya dan memaksa pasangan matauang EUR/USD turun.

CB Consumer Confidence AS muncul membaik naik ke 103.2 dari sebelumnya di 95.3. Selain itu angka 103.2 ini masih jauh lebih baik daripada angka di perkirakan di 99.40.

Pada paruh pertama hari Selasa, EUR/USD berkonsolidasi di sekitar 0.9650, tidak berhasil mengambil keuntungan dari melemahnya permintaan terhadap dollar AS. Dolar AS tertekan oleh sentimen yang lebih baik di pasar saham dan turunnya yields obligasi pemerintah setelah pada hari Senin mengalami rally ke ketinggian selama beberapa tahun.

Amerika Serikat merilis data ekonomi, Durable Goods Orders bulan Agustus yang terkontraksi sebesar 0.2% dalam sebulan, lebih baik dari yang diperkirakan terkontraksi sebesar 0.4%. Sementara itu angka inti, Nondefense Capital Goods Orders ex Aircraft, muncul lebih baik daripada yang diperkirakan, naik 1.3%.

EUR/USD berhasil mengumpulkan momentum bullish-nya dan naik ke ketinggian harian yang baru di atas 0.9600 di sekitar 0.9640 pada awal jam perdagangan sesi AS hari Rabu. Tekanan jual yang baru terhadap dollar AS terjadi di tengah membaiknya sentimen pasar yang mendorong naik pasangan matauang EUR/USD.

Sebelumnya dalam perdagangan sesi Asia, EUR/USD sempat turun menyentuh ke kerendahan beberapa tahun di 0.9535 pada hari Rabu. Dolar AS menguat karena penasehat ekonomi Gedung Putih Brian Deese mengatakan bahwa kokohnya USD secara relatif merefleksikan kekuatan ekonomi AS.

Selain itu, data ekonomi yang buruk dari Eropa memberikan dukungan tambahan bagi matauang safe-haven.

Jerman mempublikasikan  Gfk Consumer Confidence Survey bulan Oktober yang jatuh ke – 42.5 dari bulan sebelumnya di – 36.8. Sementara AS mempublikasikan Goods Trade Balance bulan Agustus yang lebih baik daripada yang diperkirakan.

EUR/USD berhasil meraih kembali daya tariknya setelah sempat jatuh ke bawah 0.9700 pada awal sesi perdagangan dan mulai memanjat naik ke arah 0.9800 di sekitar 0.9788. Dollar AS tetap berada pada posisi di bawah meskipun data ekonomi yang dirilis AS pada paruh kedua hari Kamis bagus. Hal ini mendorong rebound pasangan matauang EUR/USD.

Pasar keuangan menyelesaikan trading yang enggan terhadap resiko pada permulaan hari Kamis, yang mengakibatkan EUR/USD jatuh ke 0.9635. Dolar AS sempat pulih karena di latar belakangi oleh keprihatinan akan inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Sementara saham – saham Eropa memperpanjang kejatuhannya. Krisis energi Uni Eropa telah memakan korban atas saham – saham lokal dengan pemerintah lokal berjuang untuk mengatasi harga yang membumbung tinggi. Pemerintah Jerman meluncurkan paket kelegaan sebagai respon terhadap naiknya harga listrik dan gas, sementara Hongaria telah mengumumkan tidak akan mendukung sanksi energi yang baru atas Rusia.

Para pembeli bermunculan di bawah, dan pasangan matauang ini pulih kembali ke atas 0.9700 meskipun data ekonomi yang keluar dari Eropa mengecewakan. Economic Sentiment Indicator Uni Eropa bulan September muncul di 93.7, lebih rendah daripada yang diperkirakan di 95. Sementara inflasi Jerman terus naik di bulan September, dengan Consumer Price Index naik dengan kecepatan tahunan sebesar 10.9% menurut perkiraan preliminary.

Amerika Serikat mempublikasikan perkiraan final dari GDP kuartal ke dua, yang dikonfirmasi berada di teritori negatip dalam tiga bulan sampai ke bulan Juni, sesuai dengan definisi resesi tehnikal. Initial Jobless Claims minggu ini membaik menjadi 193.000 dari minggu sebelumnya 209.000.

EUR/USD terus diperdagangkan di teritori negatip di bawah 0.9800 di sekitar 0.9782 pada jam perdagangan sesi AS hari Jumat sebelum akhirnya berhasil di tutup di 0.9801. Data dari AS menunjukkan bahwa inflasi PCE tahunan turun menjadi 6.2% di bulan Agustus. Meskipun demikian, angka inti yang lebih kuat daripada yang diperkirakan, membuat pasangan matauang ini tidak berhasil memperoleh daya tariknya.

EUR/USD tidak berhasil mengkapitasir tekanan jual atas dollar AS secara luasnya dan terus diperdagangkan di bawah 0.9800.

Walaupun pasar tetap enggan terhadap resiko, dollar AS harus berjuang untuk mendapatkan permintaannya pada hari Kamis. Terjadinya koreksi tehnikal dan turunnya yields obligasi AS telah membantu EUR/USD mempertahankan momentum bullishnya pada paruh kedua minggu ini.

Namun menguatnya kembali dollar AS pada hari Jumat, membuat pasangan matauang ini terus tertekan dan diperdagangkan di bawah 0.9800.

Sementara itu data yang dipublikasikan oleh Eurostat menunjukkan pada hari Jumat bahwa inflasi di area euro sebagaimana dengan yang diukur oleh Harmonised Index of Consumer Prices (HICP) naik menjadi 10% per tahun pada bulan September dari sebelumnya 9.1% pada bulan Agustus. Selain itu angka ini juga lebih tinggi daripada yang diperkirakan pasar di 9.7%. Semua ini membuat pasangan matauang EUR/USD terus berada di bawah tekanan.

Langkah Pemerintah dan BoE yang Menghebohkan

Yield obligasi pemerintah meroket dengan para investor tidak melihat inflasi akan mereda dengan segera. Yield treasury AS mencapai ketinggian beberapa tahun pada hari Rabu minggu lalu dengan yang berjangka 2 tahun berada pada 4.34% dan yang berjangka 10 tahun berada pada 4.01%. Semakin tinggi yields, semakin jatuh harga obligasi.

Situasi ini tidak hanya eksklusif terjadi di AS. Pada hari Rabu minggu lalu, Bank of England (BoE) memutuskan untuk mengintervensi pasar dengan pembelian hutang jangka Panjang untuk menstabilkan pasar keuangan setelah GBP/USD jatuh ke kerendahan sepanjang waktu di 1.0317. Pada saat yang bersamaan bank sentral Inggris mengumumkan akan mempertahankan program QT namun menunda menjual obligasi sampai tanggal 31 Oktober. Keputusan ini muncul setelah Perdana Menteri Inggris Liz Truss mengumumkan budget mini senilai £45 miliar dalam rangka membiayai pemangkasan pajak yang belum dicadangkan dananya sebelumnya yang memicu kekacauan keuangan.

Langkah – langkah pemerintah Inggris dan BoE mendapatkan kritikan keras, namun saham dan obligasi telah keburu jatuh di seluruh dunia setelah keputusan dari bank sentral Inggris ini. Yields pemerintah AS turun sekitar 20 bps sementara indeks saham AS jatuh ke kerendahan baru pada tahun 2022. Pada gilirannya, dollar AS yang sudah overbought mulai turun terpengaruh dengan turunnya yields obligasi pemerintah AS.

Kebanyakan kenaikan EUR/USD secara mingguan disebabkan terjadinya kekacauan di pasar keuangan yang ditimbulkan Inggris ini, karena tidak ada dasar untuk mempercayai bahwa Eropa kondisinya lebih baik daripada AS. Bahkan kenyataannya, Eropa sedang menghadapi tantangan yang bisa mencetak rekor kemunduran ekonomi yang paling dalam.

Lengahnya Pemerintah Eropa

Faktor negatif lainnya yang membebani Eropa adalah krisis energi. Sejak Rusia menyerbu Ukraina, gas yang mengalir ke Uni Eropa dari Rusia turuh sekitar 50%. Harga energi membumbung tinggi sementara benua Eropa berjuang untuk mendapatkan cukup gas dalam menghadapi musim dingin.

Krisis energi ini terjadi bukan hanya karena Rusia melainkan karena pemerintah Eropa telah memaksa transisi energi dari fossil ke energi nuklir melalui energi yang terbarukan.

Perhatian Minggu Ini

Pada hari Senin, S&P Global akan merilis perkiraan final dari PMI manufaktur bulan September untuk Uni Eropa dan AS dimana untuk AS akan dipublikasikan oleh ISM yang diperkirakan akan berada di 52.8, tidak berubah dari bulan Agustus.

Pada hari Rabu, giliran publikasi PMI jasa oleh ISM yang diperkirakan telah turun ke 56.5.

Sementara itu dari Eropa, Jerman dan Uni Eropa akan mempublikasikan data Retail Sales bulan Agustus.

AS akan menutup minggu perdagangan pada minggu ini dengan mempublikasikan laporan Nonfarm Payrolss bulan September yang diperkirakan akan menambah sebanyak 250.000 pekerjaan baru sementara tingkat pengangguran diperkirakan stabil di 3.7%.

Support & Resistance

“Support” terdekat menunggu di 0.9790 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 0.9685  dan kemudian 0.9605. “Resistance” terdekat menunggu di 0.9885 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 0.9950 dan kemudian 1.0070.

Ricky Ferlianto/VBN/Head Research Vibiz Consulting

Editor: Asido