Bursa Korea Selatan Akhir Pekan Berakhir Lemah Mencermati Perkembangan Suku Bunga

383
kospi

(Vibiznews – Index) Bursa Saham Korea Selatan ditutup sedikit turun pada hari Jumat karena para pedagang mengambil sikap menunggu dan melihat di tengah berlanjutnya ketidakpastian atas pengetatan moneter dan prospek ekonomi global. Won Korea naik terhadap dolar AS.

Indeks Kospi merosot 3,47 poin atau 0,14 persen menjadi ditutup pada 2.437,86.

Indeks turun 0,27 persen dari sepekan lalu.

Volume perdagangan ringan di 430,8 juta saham senilai 5,98 triliun won (US$4,51 miliar), dengan yang naik sedikit melebihi yang kalah 445 banding 398.

Investor asing dan institusional membeli saham gabungan senilai 83,3 miliar won, sementara investor ritel melepas gabungan bersih 116,5 miliar won.

Pelaku pasar semakin memprediksi kenaikan suku bunga yang kurang agresif oleh Federal Reserve AS karena data inflasi menunjukkan tanda-tanda melambat, momentum kenaikan di pasar saham global masih kurang.

Situasi COVID-19 China yang memburuk menambah kekhawatiran.

Pada hari Kamis, Bank of Korea menyampaikan kenaikan suku bunga 25 basis poin untuk menurunkan harga yang tinggi.

Gubernur BOK Rhee Chang-yong mengatakan bank sentral tidak akan membahas penurunan suku bunga sampai ada tanda-tanda yang jelas bahwa inflasi turun ke kisaran targetnya.

Sebagian besar saham berkapitalisasi besar di Seoul ditutup.

Pemimpin pasar Samsung Electronics turun 0,65 persen menjadi 61.000 won, dan SK hynix juga turun 2,07 persen menjadi 85.100 won. Perusahaan kimia besar LG Chem juga kehilangan 0,96 persen menjadi 721.000 won.

Operator situs portal terbesar di negara itu, Naver, turun 1,6 persen menjadi 185.000 won, dan Kakao, operator aplikasi pesan dominan Korea Selatan KakaoTalk, turun 2,26 persen menjadi 56.100 won.

Di antara para pemenang, Samsung Biologics, cabang bioteknologi Samsung Group Korea Selatan, naik 0,78 persen menjadi 903.000 won, dan pembuat baterai Samsung SDI bertambah 0,69 persen menjadi 725.000 won.

Mata uang lokal ditutup pada 1.323,70 won melawan dolar AS, naik 4,5 won dari penutupan sesi sebelumnya.

Harga obligasi, yang bergerak terbalik terhadap imbal hasil, ditutup lebih tinggi. Imbal hasil Treasurys tiga tahun turun 4,5 basis poin menjadi 3,644 persen, dan imbal hasil obligasi pemerintah lima tahun turun 4,8 basis poin menjadi 3,670 persen.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, bursa Korea Selatan mendapat sentimen positif sinyal perlambatan kenaikan suku bunga AS. Namun dibayangi juga sentimen bearish kenaikan suku bunga Korea Selatan dan kekhawatiran peningkatan kasus covid di China.