Dua Emiten Grup Indofood Bukukan Penurunan Kinerja untuk 9M22

219
indofood

(Vibiznews – IDX Stocks) – Dua perusahaan yang masuk dalam grup Indofood mencatatkan penurunan kinerja sepanjang 9M22.

Laba bersih PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) turun 11,7% YoY menjadi Rp1,7 triliun pada 3Q22.

Penjualan tumbuh 9,9% YoY menjadi Rp28 triliun dengan penjualan divisi consumer-branded products (CBP) yang naik 15,5% dan Bogasari 24,7%, sementara terjadi penurunan pada divisi agrobisnis yaitu sebesar 25,5%.

Namun, beban pokok penjualan naik 11%, dengan beban bahan baku naik 16,3%.
Selain itu, beban keuangan juga melonjak menjadi Rp2,1 triliun.

Dibandingkan dengan 2Q22 (QoQ), kinerja INDF membaik.

Penjualan tumbuh 10,6%, beban pokok penjualan naik 6,5%, laba bersih tumbuh 221,5%, dan seluruh margin laba meningkat.

Secara kumulatif hingga 9M22, laba INDF turun 14,1% YoY menjadi Rp4,6 triliun.

Penjualan tumbuh 11% YoY menjadi Rp80,8 triliun, dengan penjualan divisi CBP 15,7% dan Bogasari 25,4%, sedangkan agrobisnis 24,1%.

Namun, beban pokok penjualan naik 14,3%, dengan beban bahan baku naik 18,4%. Akibatnya, GPM turun menjadi 31% (9M21: 33%).

Selain itu, beban keuangan naik 2,7x lipat menjadi Rp5,4 triliun, terutama akibat rugi selisih kurs dari pendanaan sebesar Rp3,1 triliun.

Sementara beban bunga juga naik 21,5% menjadi Rp2,3 triliun.

Penjualan 9M22 INDF telah mencapai 73% dari estimasi penjualan FY22 menurut konsensus analis yaitu sebesar Rp110,4 triliun, sedangkan laba bersih mencapai 62% dari estimasi sebesar Rp7,5 triliun.

Kalau dilihat kinerja saham INDF di sepanjang tahun ini, menguat 5.53% ke harga di kisaran Rp6700 per lembar.

Emiten berikutnya adalah PT Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) yang Laba bersih turun 21,1% YoY menjadi Rp1,38 triliun pada 3Q22.

Penjualan tumbuh 13,1% YoY menjadi Rp16,3 triliun, dengan penjualan mi instan tumbuh 18,1%.

Namun, beban pokok penjualan naik 15,1%, dengan beban bahan baku naik 17,3%.

Selain itu, beban keuangan melonjak menjadi Rp1,6 triliun.

Secara kuartalan (QoQ), kinerja ICBP membaik setelah membukukan kerugian sebesar Rp 11 miliar pada 2Q22.

Penjualan tumbuh 5,9%, sedangkan beban pokok penjualan turun 1,4% sehingga mendorong kenaikan seluruh margin laba perseroan.

Secara kumulatif hingga 9M22, laba ICBP turun 33,4% YoY menjadi Rp3,3 triliun.
Penjualan tumbuh 14,8% YoY menjadi Rp48,9 triliun, ditopang pertumbuhan seluruh segmen usaha, salah satunya mi instan, yang meningkat sebesar 16,3%.

Namun, beban pokok penjualan naik 21,5%, dengan beban bahan baku naik 25,6%. Akibatnya, GPM turun menjadi 32,7% (9M21: 36,4%).

Selain itu, beban keuangan melonjak lebih dari 3x lipat menjadi Rp4,25 triliun, terutama akibat rugi selisih kurs sebesar Rp2,7 triliun, sementara beban bunga juga naik 39,8% menjadi Rp1,5 triliun.

Untuk pergerakan harga saham ICBP pada sepanjang tahun ini, sudah melonjak setinggi 16.38% ke harga sekarang di kisaran Rp10.150 per lembar

Selasti Panjaitan/Vibiznews/Head of Wealth Planning