Rekomendasi Emas Mingguan 5 – 9 Desember 2022: Sanggupkah Bertahan di Atas $1,800?

754

(Vibiznews – Commodity) Meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memperlambat kecepatan kenaikan tingkat bunga telah menciptakan momentum baru di pasar emas dengan harga emas berakhir pada minggu yang lalu hampir mendekati $1,800 per troy ons. Bukan saja emas memulai bulan terakhir dari tahun ini dengan pergerakan naik, tapi juga dengan rally 7% selama bulan November yang adalah performa terbaik dari emas sejak bulan Mei 2021.

Apa yang Terjadi pada Minggu Lalu?

Memulai minggu perdagangan yang baru pada minggu lalu  di $1,750, emas mengakhiri minggu lalu dengan kenaikan ke $1,795. Harga emas sempat turun ke $1,742 pada hari Senin karena naiknya USD. Pada hari Selasa berhasil naik dan kembali ke posisi awal minggu. Pada hari Rabu sempat naik ke $1,774 segera setelah keluar angka GDP AS Q3 yang bagus, namun akhirnya kembali turun ke $1,754. Pada hari Kamis, mengalami kenaikan yang signifikan ke $1,802 karena naiknya harga minyak mentah dan melemahnya USD. Pada hari Jumat terkoreksi normal ke $1,795. .

Pergerakan Harga Emas Harian Minggu Lalu

Harga emas turun dalam perdagangan sesi AS hari Senin. Setelah naik ke atas $1,760 pada jam perdagangan sesi Eropa, harga emas jatuh ke bawah $1,750 karena naiknya dollar AS yang mengambil keuntungan dari memburuknya sentimen pasar.

Emas berjangka kontrak bulan Februari turun $12.80 ke $1,742.50 per troy ons. Perak berjangka Nymex bulan Maret turun $0.025 ke $21.41 per ons.

Pasar di domain Asia menghadapi tekanan yang luarbiasa besar di tengah keresahan yang terjadi di Cina atas restriksi yang diberlakukan. Para individu datang ke jalan – jalan memprotes langkah-langkah restriktif atas Covid – 19.

Bangkitnya Covid – 19 di Cina telah berlangsung selama beberapa bulan dan sekarang para rumah tangga frustasi dan marah karena terus menerus berada di rumah tanpa penghasilan yang tetap untuk mengongkosi kebutuhan paling dasar. Para pemprotes membawa slogan “Demokrasi Bukan Diktator” yang bisa memicu resiko perang sipil.

Hal ini telah memicu tema enggan terhadap resiko di pasar global dan region Asia – Pacific menghadapi suasana yang sangat panas. Sementara itu bank-bank pemerintah Cina membeli saham-saham habis-habisan untuk menggerakkan pasar yang sudah babak belur.

Harga emas naik dalam perdagangan sesi AS hari Selasa. Sekali lagi, pergerakan harga emas di dalam trading harian digerakkan oleh hal-hal kunci di luar pasar emas, dalam hal ini, saat ini adalah indeks dollar AS dan harga minyak mentah.

Kedua pasar tersebut yang di luar pasar emas, sedang berada pada posisi yang bullish bagi pergerakan harga emasm dengan indeks dollar AS sedang berbalik turun dan harga minyak mentah sedang berbalik naik.

Emas berjangka kontrak bulan Februari naik $10.40 ke $1,751.50 per troy ons. Perak berjangka Nymex bulan Maret naik $0.33 ke $21.45 per ons.

Harga emas naik dalam perdagangan sesi AS hari Rabu. Hal kunci di luar pasar emas mendorong kenaikan harga emas pada pertengahan minggu di bulan perdagangan terakhir dalam tahun ini yaitu naiknya harga minyak mentah dan melemahnya dollar AS. Harga emas sempat naik mencapai $1,774.80, sebelum akhirnyat terkoreksi turun ke $1,754.10 karena munculnya laporan GDP Q3 AS perkiraan yang kedua yang menunjukkan bahwa GDP AS naik 2.9%, lebih tinggi dibandingkan dengan yang diperkirakan pasar kenaikan sebesar 2.7%. Angka GDP Q3 AS ini datang setelah dua kali angka GDP yang negatip yakni – 1.6% di Q1 dan – 0.6% di Q2.

Perkiraan kedua GDP Q3 AS ini terutama merefleksikan revisi naik terhadap belanja konsumen dan investasi tetap nonresidensial yang sebagian dikurangi oleh revisi turun dari investasi inventori swasta.

Munculnya laporan GDP AS Q3 ini membuat dollar AS berbalik dari penurunannya. Dolar AS menguat 0.12% ke 106.890.

Emas berjangka kontrak bulan Februari naik $4.30 ke $1,754.10 per troy ons. Perak berjangka Nymex bulan Maret naik $0.33 ke $21.45 per ons.

Harga emas naik dalam perdagangan sesi AS hari Kamis. Hal kunci di luar pasar emas mendorong kenaikan harga emas pada pertengahan minggu di bulan perdagangan terakhir dalam tahun ini yaitu naiknya harga minyak mentah dan melemahnya dollar AS.

Emas berjangka kontrak bulan Februari naik 33.40 ke $1,802.10 per troy ons. Perak berjangka Nymex bulan Maret naik $0.614 ke $22.39 per ons.

Pasar memandang pidato ketua Federal Reserve AS Jerome Powell yang sangat ditunggu pasar di Brookings Institution hari Rabu sore waktu AS, sebagai dovish terhadap kebijakan moneter AS. Hal ini membuat pasar saham AS mengalami rally, indeks dollar AS tertekan turun dan yields treasury AS jatuh.

Harga emas turun solid dalam perdagangan sesi AS hari Jumat segera sesudah laporan pekerjaan AS, Non-Farm Payrolls, muncul dengan angka yang lebih tinggi daripada yang diperkirakan pasar yang mengandung implikasi inflasi yang lebih tinggi.

Emas berjangka kontrak bulan Februari turun $7.20 ke $1,795.80 per troy ons. Perak berjangka Nymex bulan Maret turun $0.30 ke $22.51 per ons.

Laporan situasi employment bulan November yang menunjukkan angka Non-Farm Payrolls naik 263.000, yang adalah di atas dari yang diperkirakan kenaikan sebesar 200.000 dan sedikit di bawah laporan bulan Oktober yang direvisi dengan kenaikan sebesar 284.000.

Lebih penting lagi, penghasilan rata – rata per jam menunjukkan kenaikan sebesar 0.55% dari bulan Oktober dan naik 5.09% YoY. Angka ini dianggap panas oleh pasar.

Secara keseluruhan, laporan employment AS ini dipandang sebagai terlalu kuat bagi keinginan the Fed. The Fed kemungkinan akan enggan untuk mundur terlalu banyak dalam ke agresifan pengetatan kebijakan moneternya.

Non-Farm Payrolls yang Bagus

Emas mengakhiri minggu lalu dengan solid dan ini terjadi setelah pemerintah AS melaporkan kenaikan employment yang substansial dan naiknya upah untuk bulan November.

Bureau of Labor Statistics AS pada hari Jumat minggu lalu melaporkan situasi employment AS dalam Non-Farm Payrolls AS bulan November dan mengatakan bahwa ada 263.000 pekerjaan yang diciptakan pada bulan November, sementara para ekonom memperkirakan pertambahan pekerjaan hanya sebanyak 200.000. Pada saat yang bersamaan, upah meningkat 5.1%, jauh di atas dari yang diperkirakan.

Sentimen pasar membaik dengan para trader sekarang sedang mencari untuk membeli dari bawah dibandingkan dengan menjual pada saat rally harga emas berlangsung. Meskipun demikian, keyakinan pasar akan terjadinya pergerakan naik harga emas masih kecil. Hal ini harus berubah apabila harga emas mau melanjutkan pergerakan naiknya dari level sekarang.

Dari perspektif perdagangan dengan metode momentum, para trader momentum belum cepat – cepat masuk perdagangan, masih menunggu perkembangan lebih lanjut.

Federal Reserve AS Tetap Penggerak Pasar Emas

Sementara emas berjangka masih tetap terikat dengan Federal Reserve dan sikap kebijakan moneternya yang agresif.

Rally harga emas pada akhir bulan November sebenarnya dimulai pada hari Rabu minggu lalu setelah ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bahwa pantas bagi bank sentral AS untuk memperlambat kecepatan pengetatannya pada bulan Desember.

Namun meskipun kecenderungannya dovish, Federal Reserve AS akan terus menaikkan tingkat suku bunganya dan hal ini akan membuat banyak investor emas berdiam diri.

Rally harga emas yang berlangsung sekarang terjadi sebagai akibat dari aksi “short covering” lebih jauh yang mana hal ini tidak akan bisa berkelanjutan terus. Dilihat dari sudut pandang ini, dalam jangka pendek, pergerakan naik harga emas pada minggu lalu, bisa memasuki fase konsolidasi.

Support & Resistance

“Support” terdekat menunggu di $1,782 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,770 dan kemudian $1,750.

“Resistance” terdekat menunggu di $1,806 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,818 dan kemudian $1,825.

Ricky Ferlianto/VBN/Head Research Vibiz Consulting

Editor: Asido