Arah Kebijakan Moneter Global: Pengetatan Segera Berkurang — Global Market Outlook, 23-27 January 2023

346

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi global pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:

  • Ekspektasi the Fed akan memperlambat kenaikan suku bunga berikutnya masih mewarnai pergerakan pasar. Bursa saham umumnya bias menguat.
  • Emas lanjutkan bullish di sekitar level 9 bulan terkuatnya, sebagai safe haven dan dipacu harapan perlambatan bunga the Fed.
  • Pasar akan monitor pekan mendatang, antara lain, manufacturing PMI UK dan AS pada Selasa, serta GDP Amerika Q4 pada Kamis mendatang.

Pasar saham dunia terpantau bias menguat, harga emas lanjut bullish, dan US dollar masih terkoreksi.

Minggu berikutnya, isyu prospek pemulihan ekonomi dunia global akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Global Market Review and Outlook 23-27 January 2023.

===

Pasar Forex

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar secara mingguan terkoreksi di pekan keduanya, masih tertekan oleh ekspektasi pasar bahwa the Fed akan mengurangi laju kenaikan suku bunganya, namun bangkit terhadap yen oleh BOJ yang mempertahankan kebijakan moneter yang ultra low; dimana indeks dolar AS secara mingguan berakhir turun ke 101.99. Sementara itu, pekan lalu euro terhadap dollar terpantau naik tipis ke 1.0855. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.0887 dan kemudian 1.0936, sementara support pada 1.0636 dan 1.0482.

Pound sterling minggu lalu terlihat menguat ke level 1.2396 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.2436 dan kemudian 1.2444, sedangkan support pada 1.1841 dan 1.1647. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir naik ke level 129.45 Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 132.87 dan 138.18, serta support pada 127.21 serta level 126.36. Sementara itu, Aussie dollar terpantau turun ke level 0.6967. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.6994 dan 0.7009, sementara support level di 0.6860 dan 0.6688.

Pasar Saham

Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum menguat oleh meredanya tren kenaikan suku bunga, serta terakhirnya dengan data inflasi Jepang yang tertinggi dalam 31 tahun. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau berakhir menguat ke level 26,553. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 26,817 dan 27,345, sementara support pada level 25,748 dan 25,622. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir menguat ke level 22,045. Minggu ini akan berada antara level resistance di 22,198 dan 22,449, sementara support di 20,862 dan 19,303.

Bursa saham Wall Street minggu lalu terkoreksi dari rally 2 minggunya, namun di akhir pekan sempat rebound oleh optimisme kenaikan dari sektor teknologi. Dow Jones secara mingguan melemah ke level 33,375, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 34,342 dan 34,712, sementara support di level 32,581 dan 32,478. Index S&P 500 minggu lalu turun ke level 3,969.5, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 4,016 dan 4,158, sementara support pada level 3,868 dan 3,694.

Pasar Emas

Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau menguat ke sekitar 9 bulan tertingginya, bullish di minggu kelimanya, diangkat dollar yang tertekan serta harapan perlambatan kenaikan suku bunga the Fed ke depannya, sehingga harga emas spot secara mingguan menguat ke level $1,926.06 per troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistant di $1936 dan berikut $1958, serta support pada $1825 dan $1797.

 

Memasuki minggu keempat bulan pertama tahun 2023, pasar terpantau masih fluktuatif di berbagai instrumen investasi. Tahun ini telah diawali dengan ketidakpastian ekonomi global, di antaranya oleh tantangan risiko resesi di banyak negara. Sebagian investor mungkin sudah mengalami kerugian di beberapa transaksi investasi. Yang lainnya mungkin menyebutkan bahwa pasar sedang kurang jelas, serta sebagian lagi memandang ini sebagai kesempatan untuk suatu trading di dalam range (rangebound). Tentunya ini semua harus didukung dengan skill dan knowledge. Bersama Vibiznews.com Anda bisa mengembangkan hal-hal tersebut secara optimum. Selamat menuai lebih lagi sukses Anda di tahun ini, pembaca setia Vibiznews!

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting