Pasar Keuangan Positif, Kenaikan Bunga BI Sudah Memadai — Domestic Market Outlook, 24-27 January 2023

354

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi domestik pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:

  • Pasar keuangan Indonesia positif selama sepekan, didukung di antaranya oleh capital inflow yang kuat ke pasar. IHSG melejit 3,5% dalam seminggunya.
  • BI menaikkan kembali suku bunga acuan BI7DRR 25 bps menjadi 5,75%. Dengan demikian, BI sudah menaikkan suku bunga dalam 6 bulan berturut-turut, dengan total 225 bps.
  • Kenaikan akumulatif ini disebut “memadai” oleh Gubernur BI, yang dapat menjadi indikasi BI tidak akan menaikkan suku bunga lagi.
  • Neraca perdagangan RI Desember 2022 kembali surplus, berarti ini surplus berturut-turut dalam 32 bulan sejak Mei 2020.

Minggu berikutnya, isyu prospek pemulihan ekonomi dalam dan luar negeri, akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Domestic Market Review and Outlook 24-27 January 2023.

===

Minggu lalu IHSG di pasar modal Indonesia terpantau rebound signifikan sepekan penuh ke level 2 minggu tertingginya, ditopang oleh aksi beli investor asing, serta data neraca perdagangan Indonesia yang surplus kembali sejak Mei 2020 dan kenaikan bunga acuan BI yang kemungkinan akan berhenti setelah menjadi 5,75%. Sementara itu, bursa kawasan Asia umumnya bias menguat. Secara mingguan IHSG ditutup menguat 3,51%, atau 233,100 poin, ke level 6.874,930. Untuk minggu berikutnya (24-27 Januari 2023), dengan adanya libur Imlek pada hari Senin, IHSG kemungkinan akan melanjutkan uptrend-nya mendekati level resistance-nya, dengan mencermati sentimen bursa regional sepekan depan. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance di level 6.953 dan 7.054. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6.627, dan bila tembus ke level 6.557.

Mata uang rupiah terhadap dollar AS pekan lalu menguat di pekan keduanya dan sempat menyentuh level 4 bulan tertingginya, terpicu aksi beli kuat investor asing di pasar SBN senilai Rp14,5 triliun serta meredanya laju inflasi di AS, sehingga rupiah secara mingguannya berakhir menguat 0,46% ke level Rp 15.070. Sementara, dollar global terpantau masih bearish. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan akan berupaya bangkit lagi dari tekanan signifikannya, atau kemungkinan rupiah sempat terkoreksi dan agak konsolidatif, dalam range antara resistance di level Rp15.237 dan Rp15.470, sementara support di level Rp14.981 dan Rp14.874.

Harga obligasi rupiah Pemerintah Indonesia jangka panjang 10 tahun terpantau berakhir naik perlahan secara mingguannya, terlihat dari pergerakan turun tipis yield obligasi dan berakhir ke 6,634% pada akhir pekan. Ini terjadi di tengah aksi beli investor asing di SBN. Sementara yields US Treasury menurun di pekan ketiganya ini.

===

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18-19 Januari 2023 memutuskan untuk menaikkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 5,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 5,00%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,50%. Keputusan kenaikan suku bunga yang lebih terukur ini merupakan langkah lanjutan untuk secara front loaded, pre-emptive, dan forward looking memastikan terus berlanjutnya penurunan ekspektasi inflasi dan inflasi ke depan.

Bank Indonesia meyakini kenaikan BI7DRR sebesar 225 bps sejak Agustus 2022 hingga menjadi 5,75% ini memadai untuk memastikan inflasi inti tetap berada dalam kisaran 3,0±1% pada semester I 2023 dan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) kembali ke dalam sasaran 3,0±1% pada semester II 2023.

Perbaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia berlanjut didorong oleh permintaan domestik yang semakin kuat. Pertumbuhan ekonomi 2022 diprakirakan bias ke atas dalam kisaran 4,5-5,3% didorong oleh kuatnya kinerja ekspor serta membaiknya konsumsi rumah tangga dan investasi non-bangunan. Pada 2023, pertumbuhan ekonomi diprakirakan berlanjut, meskipun sedikit melambat ke titik tengah kisaran 4,5-5,3%, sejalan dengan menurunnya prospek pertumbuhan ekonomi global.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, neraca perdagangan Indonesia pada Desember 2022 kembali mencatat surplus, yakni 3,89 miliar dolar AS. Kinerja positif tersebut melanjutkan surplus neraca perdagangan Indonesia sejak Mei 2020. Dengan perkembangan tersebut, neraca perdagangan Indonesia pada Januari-Desember 2022 secara keseluruhan mencatat surplus 54,46 miliar dolar AS, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun 2021 sebesar 35,42 miliar dolar AS.

Berdasarkan data transaksi 16-19 Januari 2023, nonresiden di pasar keuangan domestik beli neto Rp14,80 triliun (beli neto Rp14,49 triliun di pasar SBN dan beli neto Rp0,30 triliun di pasar saham).

===

 

Memasuki minggu keempat bulan pertama tahun 2023, pasar terpantau masih fluktuatif di berbagai instrumen investasi. Tahun ini telah diawali dengan ketidakpastian ekonomi global, di antaranya oleh tantangan risiko resesi di banyak negara. Sebagian investor mungkin sudah mengalami kerugian di beberapa transaksi investasi. Yang lainnya mungkin menyebutkan bahwa pasar sedang kurang jelas, serta sebagian lagi memandang ini sebagai kesempatan untuk suatu trading di dalam range (rangebound). Tentunya ini semua harus didukung dengan skill dan knowledge. Bersama Vibiznews.com Anda bisa mengembangkan hal-hal tersebut secara optimum. Selamat menuai lebih lagi sukses Anda di tahun ini, pembaca setia Vibiznews!

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting