Rekomendasi EUR/USD Mingguan 23 – 27 Januari 2023: Jelang Keputusan Bank Sentral, Pertumbuhan Menentukan.

741

(Vibiznews – Forex) EUR/USD mengakhiri minggu lalu dengan posisi yang kurang lebih sama dengan awal minggu, diperdagangkan di sekitar perbatasan 1.0850. Dolar AS menarik perhatian para investor pada paruh pertama perdagangan minggu lalu, namun kenaikan dollar AS berkurang dengan mulai munculnya optimisme menjelang akhir minggu lalu. Euro mulai pulih pada hari Rabu, dengan EUR/USD sempat mencapai ketinggian Sembilan bulan yang baru di 1.0886, dan berhasil mempertahankan keuntungannya menuju penutupan pada perdagangan terakhir hari Jumat.

Apa yang Terjadi Pada Minggu Lalu?

Memulai minggu perdagangan yang baru pada minggu lalu di 1.0832, EUR/USD mengakhiri minggu lalu dengan posisi relatif sama, tidak banyak bergerak di 1.0855. Hari Senin hanya turun sedikit ke 1.0820. Pada hari Selasa, Rabu dan Kamis melanjutkan penurunan ke 1.0798 karena turunnya yields AS yang membebani USD turun. Hari Jumat, EUR/USD diperdagangkan naik ke atas 1.0850, di sekitar 1.0855, tidak banyak berubah dari pembukaan pada hari Senin sementara para investor mencari katalisator yang baru.

Pergerakan Harian EUR/USD Minggu Lalu

Hari Senin, EUR/USD kembali turun ke arah 1.0800 di sekitar 1.0820, turun tajam dari ketinggian selama 9 bulan di 1.0874 pada awal perdagangan sesi Eropa. Pasar berbalik berhati – hati sehingga membantu dollar AS kembali menguat di tengah kondisi pasar yang sepi.

Semula EUR/USD memulai minggu perdagangan yang baru dengan nada yang kuat, mencapai puncaknya pada jam perdagangan sesi Asia di 1.0874, suatu ketinggian beberapa bulan yang baru. Namun, EUR/USD berbalik turun tajam pada jam perdagangan sesi Eropa ke 1.0801 dan sekarang diperdagangkan di sekitar 1.0812.

Indeks saham Eropa berjuang untuk tetap positip di teritori hijau, sementara yields obligasi pemerintah mengalami kenaikan, yang mendukung kenaikan dollar AS.

Dolar AS berhasil mempertahankan reboundnya meskipun pertaruhan berada pada kenaikan tingkat bunga the Fed yang lebih kecil, karena sentimen terhadap resiko bergerak memburuk.

Jerman mempublikasikan Wholesale Price Index bulan Desember yang naik 12.8% YoY turun dari angka sebelumnya 14.9%. Hari Selasa, Jerman akan merilis estimasi final dari Harmonized Index of Consumer Prices (HICP) yang diperkirakan akan muncul di 8.6% YoY.

Pasangan matauang EUR/USD menghadapi tekanan jual sementara berusaha naik ke atas 1.0800 pada jam perdagangan sesi AS hari Selasa. EUR/USD diperdagangkan di sekitar 1.0787 pada awal jam perdagangan sesi Asia hari Rabu.

EUR/USD turun pada jam perdagangan sesi AS meskipun dollar AS mengalami penurunan yang luas. Turunnya Euro disebabkan adanya pembicaraan pasar yang mengatakan bahwa para pejabat European Central Bank (ECB) sedang mempertimbangkan untuk memperlambat kecepatan pengetatan moneter.

Rumor yang beredar mengatakan bahwa Presiden ECB, Christine Lagarde dan teman-temannya akan cenderung menaikkan 50 bps tingkat bunga pada bulan Februari, mengurangi kenaikan tingkat bunga sebesar 25 bps mulai bulan Maret.

Tekanan turun atas EUR/USD karena rumor ini lebih kuat daripada melemahnya USD.

Dolar AS mengalami tekanan jual ditengah turunnya yields obligasi pemerintah setelah keluar rumor dari European Central Bank (ECB). Yields obligasi 10 tahun Itali turun lebih dari 15% dalam sehari, mendorong tingkat bunga obligasi 10 tahun AS ke 3.52% dari ketinggian intraday di 3.58%.

Hari Rabu, setelah sempat naik ke ketinggian sembilan bulan yang baru di 1.0886, EUR/USD kehilangan sebagian besar keuntungan intraday-nya dan diperdagangkan di sekitar 1.0790 dengan dollar AS berbalik menguat.

Dolar AS berbalik arah pada saat pembukaan bursa saham AS, Wall Street. Ketakutan akan resesi menyebarkan keengganan terhadap resiko dan membantu dollar AS naik meskipun yields treasury AS tertekan turun.

Producer Price Index (PPI) zona Eropa di bulan Desember muncul di 6.2%, turun dari bulan November di 7.3%, sementara Penjualan Ritel bulan Desember turun 1.1%.

Pasangan matauang EUR/USD sempat naik ke puncaknya pada hari Rabu di 1.0870, namun kemudian kehilangan sebagian besar dari keuntungan intraday pada saat pembukaan perdagangan bursa Wall Street.

Dolar AS yang sebelumnya turun selama jam perdagangan sesi Eropa karena turunnya yields obligasi pemerintah, berbalik naik karena ketakutan akan resesi mendorong investor mencari assets safe-haven dollar AS.

Hari Kamis, EUR/USD berjuang untuk mendapatkan keuntungan di atas 1.0800, namun gagal dengan EUR/USD turun sedikit dan diperdagangkan di bawah 1.0800 di sekitar 1.0798.

Kenaikan pasangan matauang ini didukung oleh turunnya yields treasury AS, yang membebani dollar AS di tengah mengintipnya ketakutan akan resesi. Kenaikan EUR/USD didorong juga oleh suara dari Presiden ECB Lagarde yang mendukung lebih banyak kenaikan tingkat bunga untuk menjinakkan inflasi.

EUR/USD berhasil melewati kembali batas 1.0800 selama jam perdagangan sesi Eropa, naik dari kerendahan intraday di 1.0781. Sentimen pasar tetap buruk dan dollar AS tetap kuat sebelum akhirnya berbalik melemah pada jam perdagangan sesi AS karena munculnya data ekonomi AS yang mengecewakan.

Euro diuntungkan oleh komentar dari anggota dewan gubernur ECB Klaas Knot yang mengatakan bahwa kenaikan tingkat bunga akan lebih dari 50 bps dan partisipan pasar kelihatannya merendahkan komitmen ECB dalam menjinakkan inflasi.

Presiden ECB Lagarde juga mengatakan bahwa ECB tetap pada jalur menaikkan tingkat suku bunga.

Hari Jumat, EUR/USD diperdagangkan naik ke atas 1.0850, di sekitar 1.0855, tidak banyak berubah dari pembukaan pada hari Senin sementara para investor mencari katalisator yang baru.

Angka – angka sehubungan dengan pertumbuhan dan Gross Domestic Product Amerika Serikat kuartal ke empat dinantikan para trader dan investor minggu depan dalam upaya mencari katalisator baru.

Pembicaraan para pejabat the Fed dan ECB perlu diperhatikan. Apakah pernyataan – pernyataan dari para pejabat ECB akan membebani lebih banyak daripada rekan mereka di  Federal Reserve AS.

Kenaikan EUR/USD belakangan ini, disebabkan karena melemahnya dollar AS disamping optimisme di Eropa, zona Euro. Melemahnya dollar AS terjadi di tengah para pejabat the Fed menyuarakan momentum kenaikan.

Sepanjang minggu, para pejabat Federal Reserve Amerika Serikat menyuarakan peringatan bahaya unutk menaikkan tingkat suku bunga dan mengabaikan lemahnya data ekonomi serta turunnya inflasi.

Meskipun demikian, dollar AS bukannya menguat malah berbalik melemah ditengah membaiknya sentimen pasar yang direfleksikan dengan menghijaunya indeks saham utama AS di bursa Wall Street. Dow Jones naik 1.00%, S&P500 naik 1.89% dan Nasdaq naik 2.86%.

Sementara itu, Presiden ECB Christine Lagarde mengatakan bahwa berita – berita ekonomi Eropa telah menjadi lebih banyak positip. Lagarde menambahkan bahwa zona Euro hanya akan mengalami kontraksi yang kecil dan ECB akan tetap pada jalur untuk menaikkan tingkat suku bunga.

Federal Reserve AS Tidak Sedang Mau “Pivot”

Pasar keuangan masih akan mencoba untuk memutuskan kemana arah dari kebijakan moneter mereka. Di AS, tekanan inflasi turun tajam, dikonfirmasi lebih lanjut oleh keluarnya angka Producer Price Index (PPI) tahunan bulan Desember sebesar 6.2%, turun dari angak bulan sebelumnya di 7.3%.

Turunnya inflasi berarti Federal Reserve AS tidak perlu melanjutkan ke agresifan mereka di dalam pengetatan moneter dalam rangak menjinakkan harga. Akibat dari kebijakan pengetatan moneter biaya pinjaman menjadi lebih mahal dan akibatnya pertumbuhan ekonomi jadi melambat.

Meskipun demikian, beberapa pembuat kebijakan di Federal Reserve mengirim berita dengan sikap hawkish yang menunjukkan bahwa bank sentral AS akan tetap mempertahankan kecepatan pengetatan moneter yang ada sekarang. Presiden Federal Reserve St. Louis James Bullard mengatakan bahwa tingkat bunga AS harus naik lebih lanjut untuk memastikan bahwa tekanan inflasi sudah benar – benar mereda. Presiden Federal Reserve Cleveland, Loretta Mester juga menyambut Tindakan untuk menjinakkan inflasi, sementara pejabat the Fed Esther George mengatakan bahwa bank sentral AS harus memulihkan stabilitas harga yang berarti kembali ke target semula yaitu inflasi sebesar 2% saja.

ECB Tetap Pada Jalur Kenaikan Tingkat Bunga?

Sebaliknya, Euro dibebani oleh pembicaraan di pasar yang menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan di European Central Bank (ECB) sedang mendiskusikan kemungkinan untuk memperlambat kecepatan kenaikan tingkat bunga. Pada hari Selasa rumor menunjukkan kemungkinan kenaikan tingkat bunga sebesar 50 bps pada bulan Februari, yang diikuti selanjutnya dengan kenaikan yang hanya 25 bps pada bulan Maret. Meskipun demikian, pembuat kebijakan di ECB Francois Villeroy de Galhau mengatakan bahwa terlalu dini untuk berspekulasi mengenai apa yang akan dilakukan oleh ECB pada bulan Maret. Perkataan Villeroy de Galhau menghapus sebagian dari spekulasi bahwa ECB akan menaikkan tingkat bunga sebesar hanya 25 bps pada bulan Maret.

Fokus Minggu Ini Beralih ke Pertumbuhan

Minggu ini data ekonomi yang keluar akan memberikan pencerahan mengenai seberapa besar pertumbuhan ekonomi sedang berlangsung. Pada hari Selasa, S&P Global akan merilis perkiraan pendahuluan dari Purchasing Manager Index (PMI) bulan Januari untuk zona Euro dan AS. Aktifitas bisnis diperkirakan akan tetap berada pada teritori kontraksi meskipun membaik dari level bulan Desember.

Hari Kamis akan menjadi hari kunci, dengan AS akan mempublikasikan perkiraan pendahuluan dari Gross Domestic Product (GDP) kuartal ke empat. Pertumbuhan tahunan pada kuartal terakhir dari tahun 2022 diperkirakan berada pada 2.8%, melemah dari sebelumnya 3.2%. Pada waktu yang sama, AS akan mempublikasikan Durable Goods Orders bulan Desember, yang diperkirakan naik 2.5% MoM. Akhirnya, pada hari Jumat, AS akan mempublikasikan angka inflasi yang menjadi favorit dari the Fed, the core Personal Consumption Expenditures Price Index untuk bulan Desember.

Support & Resistance

“Support” terdekat menunggu di 1.0845 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.0800 dan kemudian 1.0745. “Resistance” terdekat menunggu di 1.0870 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.0900 dan kemudian 1.1020.

Ricky Ferlianto/VBN/Head Research Vibiz Consulting

Editor: Asido