SBN yang Dimiliki BI Sebesar 1.450 Triliun

120
Surat Berharga Negara
(Vibiznews – Banking & Insurance) – Bank Indonesia (BI) mengungkapkan, saat ini BI telah mengantongi surat berharga negara (SBN) sebesar Rp 1.450 triliun.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, SBN yang dimiliki BI tersebut akan digunakan untuk operasi moneter.

“SBN yang dimiliki BI sebesar Rp 1.450 triliun dan tentu saja akan kami gunakan untuk operasi moneter,” tutur Perry saat menjawab pertanyaan media, belum lama ini.

Operasi moneter yang dilakukan BI salah satunya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Terlebih lagi saat ini masih ada ketidakpastian dalam perekonomian global.

Namun, Perry tetap optimistis nilai tukar rupiah akan menguat atau mengalami apresiasi. Hal ini dapat dicapai dengan langkah yang dilakukan oleh BI, yaitu operation twist.

Apa itu operation twist?

Operasi ini dilakukan dengan menjual SBN jangka pendek untuk menaikkan imbal hasil SBN jangka pendek. Dengan demikian, hal ini akan menarik investor asing untuk masuk menanamkan dananya di Indonesia.

Langkah yang dilakukan BI ini telah terbukti. Sejak Desember 2022 hingga Januari 2023, Perry mencatat sudah ada arus modal asing masuk sekitar US$ 4,6 miliar ke Indonesia.

Perry mengatakan dirinya tidak menjual SBN jangka panjang karena ia melihat para investor sudah mulai masuk ke SBN jangka panjang.

“Hal itu yang dilakukan dengan SBN yang ada saat ini. Memancing arus modal asing masuk ke negeri kita, dengan demikian rupiah akan mengalami apresiasi,” jelas Perry.

Belinda Kosasih/ Partner of Banking Business Services/Vibiz Consulting