Rekomendasi Emas 27 Maret 2023: Sempat Naik namun Turun Kembali karena USD Menguat.

1710

(Vibiznews – Commodity) Harga emas sempat naik sebentar pada awal jam perdagangan sesi AS hari Jumat dengan pembelian safe – haven menopang harga emas, menuju akhir minggu yang penuh dengan ketidakpastian pada perbankan AS dan Eropa.

Namun naiknya dollar AS karena arus safe-haven juga, memberikan tekanan turun yang lebih besar daripada arus safe – haven yang menopang harga emas. Indeks dollar AS naik 0.56% ke 102.780.

Emas berjangka kontrak bulan April turun $15.20 ke $1,978.30 per ons. Perak berjangka Nymex bulan Mei naik $0.059 ke $23.32 per ons.

Keengganan terhadap resiko sekali lagi meningkat mengakhiri minggu perdagangan pada minggu lalu, dengan fokus sekarang berada pada “credit default swaps” dari Deutsch Bank yang menunjukkan tekanan terhadap bank tersebut. Serangkaian problem perbankan di AS dan Eropa belakangan ini bermunculan sebagaimana dengan yang diperkirakan oleh beberapa veteran pengamat pasar keuangan. Krisis yang bergulir yang menunjukkan tidak ada tanda – tanda akan berhenti.

Bloomberg melaporkan bahwa pada hari Kamis sore Federal Reserve AS mengatakan bank-bank AS menarik dana sebesar $165 miliar dari fasilitas pinjaman Federal Reserve untuk minggu yang berakhir tanggal 22 Maret, menyoroti keprihatinan para pemberi pinjaman mengenai ketersediaan likuiditas interbank.

Pasar saham global kebanyakan turun dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS mengarah turun pada saat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai.

Hal kunci di luar pasar emas adalah naiknya indeks dollar AS karena adanya permintaan safe – haven. Harga minyak mentah berjangka Nymex sempat turun tajam dan diperdagangkan di sekitar $67.50 sebelum akhirnya naik kembali ke $69.21 per barel.

Support & Resistance

“Support” terdekat menunggu di $1,967 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,950 dan kemudian $1,922.

“Resistance” terdekat menunggu di $1,986 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $2,000 dan kemudian $2,014.

Ricky Ferlianto/VBN/Head Research Vibiz Consulting

Editor: Asido.