Inflasi Tinggi dan Moneter Ketat Memicu Resesi Global? — Global Market Outlook, 16-20 May 2022 by Alfred Pakasi

609

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi global pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:

  • Rilis inflasi yang tinggi di AS, Eropa dan Inggris mengkhawatirkan investor dan menjadi perhatian dengan akan dirilisnya data inflasi berikutnya serta keputusan sejumlah bank sentral pada pekan mendatang.
  • Antara inflasi tinggi dan pengetatan kebijakan moneter di AS memicu kekhawatiran pasar akan munculnya resesi kembali.
  • Pasar terus mencermati perkembangan perang Rusia – Ukraina yang masih berlanjut.
  • Prospek melambatnya ekonomi di China karena lonjakan Covid di beberapa kota besar menjadi perhatian investor global.

Pasar saham dunia terpantau bias melemah, harga emas lanjut melemah, dan US dollar tetap bullish.

Minggu berikutnya, isyu prospek pemulihan ekonomi dunia global akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Global Market Review and Outlook 16-20 May 2022.

===

Pasar Forex

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar secara mingguan terus bullish dan menguat di minggu keenamnya, sempat di level 20 tahun tertinggi barunya lalu terkoreksi di hari terakhir pasar, kuat sebagai safe haven di tengah investor yang khawatir kebijakan the Fed akan memicu resesi di Amerika, di mana indeks dolar AS secara mingguan berakhir naik ke 104.46. Sementara itu, pekan lalu euro terhadap dollar terpantau turun ke 1.0409. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.0642 dan kemudian 1.0936, sementara support pada 1.0348 dan 1.0340.

Pound sterling minggu lalu terlihat melemah ke level 1.2260 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.2638 dan kemudian 1.2772, sedangkan support pada 1.2164 dan 1.2074. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir turun ke level 129.24. Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 130.95 dan 131.25, serta support pada 126.94 serta level 124.76. Sementara itu, Aussie dollar terpantau turun ke level 0.6937. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.7070 dan 0.7376, sementara support level di 0.6828 dan 0.6776.

Pasar Saham

Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum fluktuatif dengan bias melemah mengikuti pergerakan Wall Street yang tertekan aksi jual dipimpin sektor emiten teknologi. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau berakhir melemah ke level 26,427. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 27,580 dan 28,339, sementara support pada level 25,688 dan 24,966. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir melemah ke level 19,898. Minggu ini akan berada antara level resistance di 21,291 dan 22,524, sementara support di 19,178 dan 18,235.

Bursa saham Wall Street minggu lalu berakhir melemah di minggu keenamnya oleh gejolak pasar diseret tergerusnya saham sektor teknologi, namun di hari terakhir pasar terpantau rebound. Dow Jones secara mingguan melemah ke level 32,197, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 34,118 dan 35,492, sementara support di level 31,228 dan 30,547. Index S&P 500 minggu lalu turun ke level di 4,018.2, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 4,310 dan 4,516, sementara support pada level 3,858 dan 3,722.

Pasar Emas

Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau melemah di minggu keempatnya oleh berlanjutnya penguatan dollar dan estimasti kenaikan bunga the Fed yang agresif, sehingga harga emas spot secara mingguan melemah ke level $1,811.46 per troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistant di $1892 dan berikut $1998, serta support pada $1799 dan $1780.

 

Apa yang terjadi di pasar global memiliki dampak kaitan yang sangat erat dengan dinamika pasar domestik. Volatilitas pasar investasi global jelas punya pengaruh di sini. Investor lokal dituntut memiliki juga pengetahuan akan situasi pasar dunia dengan jeli dari waktu ke waktu. Hal ini, untuk sebagian investor awam, tidak mudah dipahami. Memang pasar internasional bukan perkara mudah untuk dimengerti. Diperlukan pengenalan pasar yang secara konsisten harus dimonitor terus. Di sinilah kelebihan dari vibiznews.com sebagai media investasi online lokal dengan coverage global secara intense. Anda cukup tinggal mengikuti ulasan berita, analisis dan rekomendasi instan kami. Jadi mudah bukan? Terima kasih bagi Anda yang telah setia bersama kami, partner sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

 

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting