Rekomendasi Minyak 22 Juni 2022: Berhasil Naik di Tengah Ketakutan Resesi

48

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) di bursa Nymex pada hari Selasa sempat diperdagangkan naik ke sekitar $112 sebelum akhirnya turun lagi sedikit ke sekitar $109.79 di tengah tekanan turun karena ketakutan akan resesi.

Harga minyak WTI terus tertekan setelah para bank sentral dunia mulai menaikkan tingkat bunga mereka dengan keras karena tekanan inflasi yang kuat. Untuk menjinakkan inflasi yang menanjak tinggi, kelihatannya kenaikan tingkat bunga sebesar 50 bps adalah suatu “new normal”.

Beberapa bank sentral malah sudah lebih hawkish seperti Federal Reserve AS yang mengumumkan kenaikan tingkat bunganya sebesar 75 bps melampaui “new normal”.

Semakin tinggi kenaikan tingkat bunga dari bank sentral semakin besar pintu yang terbuka untuk terjadinya resesi di ekonomi dunia yang bisa menekan permintaan akan minyak mentah sehingga membebani harga minyak mentah WTI.

Meskipun demikian, harga minyak WTI berhasil naik karena impor minyak mentah di Cina dari Rusia meningkat dramatis sebesar 55%.

Kenaikan harga minyak mentah WTI juga disebabkan karena para investor sedang memberikan prioritas kepada keterbatasan supply daripada fokus kepada ekspektasi penurunan demand akibat ketakutan resesi. Keterbatasan supply karena hilangnya output minyak mentah dari Rusia diperkirakan akan berlangsung lama karena tidak ada yang bisa menggantikannya dengan cepat.

“Support” terdekat menunggu di $107.24 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $106.59 dan kemudian $105.78. “Resistance” yang terdekat menunggu di $109.95 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $110.70 dan kemudian $112.00.

Ricky Ferlianto/VBN/Head Research Vibiz Consulting

Editor: Asido.