Rekomendasi Minyak 24 Juni 2022: Berhasil Naik Meskipun Masih Tertekan Turun

100

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) di bursa Nymex pada hari Kamis berhasil naik ke sekitar $105.00, meskipun masih di bawah tekanan bearish.

Harga minyak mentah WTI membalikkan penurunannya dari level $101 dan berhasil naik ke atas $105, meskipun demikian harga minyak mentah WTI masih ada di bawah tekanan bearish.

Kombinasi dari faktor-faktor bearish terus menekan harga minyak mentah WTI meskipun mengalami rebound pada saat ini. Naiknya kemungkinan terjadinya resesi global menekan turun harga minyak mentah.

Laporan Business PMI pendahuluan pada area euro keluar mengecewakan dan membangkitkan ketakutan akan resesi.

Sementara iyu naiknya persediaan minyak mentah AS ditambah dengan “tax holiday” untuk gasoline dari Presiden AS Joe Biden menambah tekanan turun terhadap harga minyak mentah. American Petroleum Institute (API) melaporkan kenaikan persediaan minyak mentah AS sebanyak 5.607.000 barel. Ini adalah kenaikan inventori minyak mentah terbesar di atas 5 juta barel, sejak pertengahan bulan Februari.

Pada hari Rabu, Biden mendesak Kongres AS untuk meloloskan suspense 3 bulan terhadap pajak gasoline dari pemerintahan Federal.

“Support” terdekat menunggu di $104.30 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $103.90 dan kemudian $102.90. “Resistance” yang terdekat menunggu di $105.78 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $106.71 dan kemudian $107.51.

Ricky Ferlianto/VBN/Head Research Vibiz Consulting

Editor: Asido.