IHSG Senin Pagi Merosot ke Level 4.962; Bursa Asia Bergerak Mixed

133
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Senin pagi ini (19/10) terpantau merosot 223,23 poin (4,31%) ke level 4.961,87, setelah ditutup di level 5.185,10 pada perdagangan Jumat (16/10) lalu.

IHSG langsung dibuka di zona merah dan terkoreksi dalam, melanjutkan tekanan jual pekan lalu. Pelaku pasar masih mencermati rencana MSCI untuk berkonsultasi memindahkan klasifikasi pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Sentimen global ikut membebani, mulai dari kekhawatiran atas inflasi AS dan arah kebijakan suku bunga The Fed, kenaikan harga minyak mentah dunia, hingga tensi geopolitik Timur Tengah.

Sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya dibuka mixed di antara fluktuasi harga minyak mentah dunia mengikuti tensi geopolitik Timur Tengah dan concern pasar atas tekanan inflasi global, serta mencermati Wall Street akhir pekan yang berakhir melemah.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) di pasar spot pagi ini dibuka menguat tipis 0,006% ke level Rp 18.026, dibandingkan posisi penutupan Jumat di Rp 18.027. Rupiah tetap bertahan di atas level psikologis Rp 18.000 dan berada dalam tekanan, dengan indeks dollar AS (DXY) naik 0,06% ke posisi 101,658. Sepekan terakhir, rupiah spot telah melemah 0,71% dari posisi Rp 17.899 pada Jumat (9/10).

Pada perdagangan Jumat lalu, IHSG ditutup anjlok 678,77 poin (11,57%) ke level 5.185,10, dan sempat memicu penghentian sementara perdagangan (trading halt) setelah indeks merosot 8% di awal sesi. Dalam sepekan, IHSG terkoreksi 14,91%, dengan kapitalisasi pasar BEI menyusut sekitar Rp 1.544 triliun.

Pada pembukaan pagi ini, tercatat 602 saham turun, 88 saham stagnan, dan hanya 64 saham naik. Total volume perdagangan mencapai 1,17 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 1,04 triliun.

Sementara itu, bursa Wall Street semalam (Jumat, 16/10) ditutup melemah, di tengah kekhawatiran pasar atas prospek sektor AI dan tingginya harga minyak dunia. Dow Jones turun 0,34% ke level 52.002,41, S&P 500 melemah 1,09% ke level 7.659,44, serta Nasdaq merosot 2,15% ke level 26.140,03. Dalam sepekan, S&P 500 turun 1,95% dan Nasdaq anjlok 4,48%, penurunan mingguan terdalam sejak Juni.

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan IHSG masih berada dalam tekanan jual yang kuat, mengingat ketidakpastian terkait MSCI, pelemahan rupiah, serta sentimen negatif dari bursa global. Pelaku pasar juga menantikan hasil RDG Bank Indonesia dan rilis data ekonomi pekan ini.

Berikutnya IHSG berpotensi bergerak volatil dengan bias tertekan. Support terdekat saat ini berada di level 5.112–5.039, dan bila tembus, berlanjut ke level 4.785. Sedangkan bila terjadi technical rebound, resistance berada di level 5.331-5.478.